Liputan6.com, Jakarta Persib Bandung gagal merekrut pemain asal Brasil Vitor Rodrigues Saba. Mantan pemain Brescia ini, sebelumnya membela tim asal Bahrain, Al-Muharraq SC.
Alasan terbesar Saba tidak memilih Persib, karena masalah keluarga. Istri Vitor Saba tengah mengandung dan ia lebih memilih klub yang dekat dengan keluarganya.
Terlepas dari itu, mantan pemain Western Sydney Wanderers ini, sebelumnya adalah kandidat terkuat memakai jersey keramat nomor 10.
Jika jadi bergabung dengan Persib Bandung, ini bakal jadi kehormatan buat Saba karena memakai nomor 10. Pasalnya, nomor punggung tersebut, tidak sembarangan diberikan kepada setiap pemain.
Kabarnya, pemain dengan jersey 10 harus memiliki keistimewaan. Legenda Persib Bandung, Adjat Sudrajat, yang pernah memakai nomor keramat pernah meminta manajemen tim agar menjaga kewibawaan nomor itu.
Nomor yang sering dikenakan pemain ini, biasanya menempati posisi striker dan gelandang. Dan, kini nomor ini memang sedang dalam posisi lowong, setelah terakhir kali digunakan pemain tertentu. Berikut pemain Persib yang pernah menggunakan nomor keramat tersebut:
Advertisement
Adjat Sudradjat
Pemain yang identik dengan nomor keramat ini adalah Adjat Sudrajat. Play-maker andalan Maung Bandung ini, menjadi bintang Persib pada periode 1980-1990.
Selama sepuluh musim berbaju Persib, dua gelar juara Perserikatan di tahun 1986 dan 1990 dipersembahkan Adjat untuk Bandung.
Legenda hidup Persib ini merupakan pemain seangkatan bek Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Iwan Sunarya dan Suryamin yang merupakan pemain-pemain yang diorbitkan oleh pelatih asal Polandia, Marek Jonata.
Pemain yang biasa dipanggil Arab ini, mulai meniti karier sepak bola sejak tahun 1979hingga 1997. Klub pertamanya adalah Persib. Adjat pernah membela timnas dari tahun 1981hingga 1987.
Redouane Barkoui
Pemain Persib lainnya yang mendapat kehormatan memakai nomor keramat adalah Redouane Barkaoui. Dia adalah pemain asal Maroko.
Barkaoui hijrah ke Persib pada tahun 2006. Debut pertamanya bersama Maung Bandung saat melawan Arema di Stadion Siliwangi.
Di musim pertama Barkaoui hanya mencetak lima gol. Penampilannya mulai menanjak di musim kedua dengan mencetak 10 gol di Liga.
Namun, pemain yang dijuluki "si goyang jaipong ini" hanya bertahan selama dua musim di Bandung.
Barkaoui juga dikenal karena gayanya yang khas. Dia selalu melakukan selebrasi unik usai mencetak gol.
Dia selalu menari Jaipong, tarian khas asal Jawa Barat di pinggir lapangan. Aksinya itu selalu membuat Bobotoh bahagia.