Liputan6.com, Johannesburg: Setelah lebih dari sembilan tahun menukangi Timnas Yunani, 106 kali bertanding dan satu gelar Piala Eropa, Otto Rehaggel, dikabarkan memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih The Pirate Ship.
Website olahraga Yunani melaporkan bahwa setelah kekalahan 0-2 dari Argentina di laga pamungkas Grup B yang memastikan kegagalan Yunani melangkah ke babak knock-out, Rehhagel mengungkapkan kepada anak-anak asuhannya bahwa dia akan meninggalkan kursi kepelatihan Yunani. Hengkangnya pelatih berusia 72 tahun itu merupakan sebuah langkah yang telah diperkirakan akan dilakukan oleh pelatih berkebangsaan Jerman ini.
Federasi Sepakbola Yunani (EPO) belum berkomentar mengenai hal ini dan akan menunggu Rehhagel kembali ke Athena untuk mengkonfirmasi keputusannya tersebut. Tanda-tanda bahwa Rehhagel tidak akan memperpanjang kontraknya telah terlihat jelas semenjak asisten pelatih kepercayaannya, Giannis Topalidis, mengumumkan berhenti dari pekerjaannya menyusul kegagalan Yunani mencapai babak 16 besar.
Rehhagel mengambil alih kursi pelatih Yunani pada Agustus 2001 dan pada pertandingan pertamanya The Pirate Ship dibantai Finlandia 1-5 di Helsinki. Akan tetapi, Rehaggel, yang dikenal dengan sebutan King Otto ini, bangkit kembali untuk secara mengejutkan memimpin anak-anak asuhnya menjuarai Piala Eropa 2004 dan juga membawa mereka berpartisipasi di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.
Rehaggel telah menemani Yunani dalam 106 pertandingan dengan rekor 53 kemenangan, 23 hasil seri dan kalah 30 kali. Sementara itu , rumor yang santer berkembang di media massa Yunani mengatakan bahwa EPO kemungkinan besar akan menunjuk mantan pelatih PAOK Salonica, Fernando Santos, sebagai suksesor King Otto.(CHR/timeslive)
Website olahraga Yunani melaporkan bahwa setelah kekalahan 0-2 dari Argentina di laga pamungkas Grup B yang memastikan kegagalan Yunani melangkah ke babak knock-out, Rehhagel mengungkapkan kepada anak-anak asuhannya bahwa dia akan meninggalkan kursi kepelatihan Yunani. Hengkangnya pelatih berusia 72 tahun itu merupakan sebuah langkah yang telah diperkirakan akan dilakukan oleh pelatih berkebangsaan Jerman ini.
Federasi Sepakbola Yunani (EPO) belum berkomentar mengenai hal ini dan akan menunggu Rehhagel kembali ke Athena untuk mengkonfirmasi keputusannya tersebut. Tanda-tanda bahwa Rehhagel tidak akan memperpanjang kontraknya telah terlihat jelas semenjak asisten pelatih kepercayaannya, Giannis Topalidis, mengumumkan berhenti dari pekerjaannya menyusul kegagalan Yunani mencapai babak 16 besar.
Rehhagel mengambil alih kursi pelatih Yunani pada Agustus 2001 dan pada pertandingan pertamanya The Pirate Ship dibantai Finlandia 1-5 di Helsinki. Akan tetapi, Rehaggel, yang dikenal dengan sebutan King Otto ini, bangkit kembali untuk secara mengejutkan memimpin anak-anak asuhnya menjuarai Piala Eropa 2004 dan juga membawa mereka berpartisipasi di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.
Rehaggel telah menemani Yunani dalam 106 pertandingan dengan rekor 53 kemenangan, 23 hasil seri dan kalah 30 kali. Sementara itu , rumor yang santer berkembang di media massa Yunani mengatakan bahwa EPO kemungkinan besar akan menunjuk mantan pelatih PAOK Salonica, Fernando Santos, sebagai suksesor King Otto.(CHR/timeslive)