Potong Rambut Gimbal, Tradisi Buang Sial

Di sejumlah desa di daerah Temanggung, Jateng, terdapat sebuah tradisi unik, yakni ruwatan potong rambut gimbal. Tradisi ini dipercaya untuk membuang sial bagi anak yang sejak kecil memiliki rambut gimbal.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Juni 2010, 06:07 WIB
Liputan6.com, Temanggung: Ruwatan potong rambut gimbal atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan potong gombak hingga kini masih dilestarikan warga Desa Batursari, Temanggung, Jawa Tengah, yang berada di lereng Gunung Sumbing. Seorang anak yang memiliki rambut gimbal harus melakukan ritual potong rambut karena telah menginjak usia tujuh tahun.

Sebelum melakukan pemotongan rambut, anak tersebut bersama kedua orangtuanya terlebih dahulu melakukan prosesi arak-arakan mengelilingi kampung diiringi sesepuh desa. Potong rambut dilakukan oleh pemuka agama.

Usai ritual pemotongan, para penari berjoget mengelilingi sang anak yang duduk dikelilingi aneka makanan. Bagi warga Batursari mereka mempercayai bahwa anak yang rambutnya tumbuh gimbal harus dilakukan ruwatan pemotongan untuk membuang sengkala atau kesialan.

Karena tradisi ritual potong rambut gimbal memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka bagi keluarga yang kurang mampu biasanya pemerintah daerah menggelar ritual potong gimbal massal secara gratis.(IAN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya