Dianggap Reinkarnasi Hitler, Bocah 3 Tahun Dibunuh Ibunya

Aries Juan Acevedo seorang bocah laki-laki 3 tahun harus mati terbunuh dengan sadis oleh ibu kandungnya sendiri.

oleh Liputan6 diperbarui 09 Jan 2017, 21:00 WIB
Reinkarnasi Hitler

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tidak tahu mengenal sosok Adolf Hitler. Salah satu veteran perang dunia I ini, tak satupun masyarakat di seluruh dunia yang asing mendengar namanya. Ia lahir di Branau Am inn, Australia pada 20 April 1889, dan meninggal di Berlin Jerman pada 30 April 1945.

Hitler merupakan politisi Jerman dan ketua partai Nazi pada masanya. Masa pimpinannya yang selalu penuh dengan kontroversi, menjadikan nama Adofl Hitler tercatat di dunia bahkan hingga saat ini.

Aries Juan Acevedo seorang bocah laki-laki 3 tahun harus mati terbunuh dengan sadis oleh ibu kandungnya sendiri. Bukannya menyesal, Egypt Moneek Robinson (28) justru malah terlihat baik-baik saja.

Menurut Egypt, dia terpaksa harus membunuh anaknya itu dikarenakan sang anak dianggap telah membawa roh seorang pemimpin otoriter Adolf Hitler.

“Entah kenapa dia benar-benar percaya anaknya adalah titisan Adolf Hitler,” kata Tifanny rekan Egypt yang bersaksi kepada pihak yang berwajib.

Alasan yang telah dikemukakanya, membuat seluruh masyarakat merasa geram. Bagaimana mungkin seseorang tega membunuh anak kandungnya sendiri dengan alasan yang tak masuk akal.

Mayat bocah laki-laki yang tidak bersalah itu ditemukan dibelakang rumahnya sendiri di Callaway, Florida. Dilansir dari Newshub.cc, Aries dibunuh dengan cara disekap dibagasi dan kemudian dibuang ke rawa yang tak jah dari rumahnya itu.

“Ya saya memang telah membunuh anak saya. Dan telah menyekapnya di dalam bagasi,” kata Egypt yang mengakui perbuatannya pada pihak yang berwajib.

Kini Ibu sadis tersebut telah ditahan kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Meski telah mengakui perbuatannya, banyak masyarakat yang marah dan menuntut agar Egypt diberikan hukuman seberat-beratnya yakni hukuman mati.

Namun nampaknya hal tersebut masih menjadi pembicaraan oleh pihak pengadilan. “Kasus ini akan dibahas pada Februari nanti,” kata petugas Pengadilan Negeri negara tersebut pada media.

Penulis :

Pebby Adhe Liana

Universitas Bung Karno

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya