Di Balik Kelahiran Smartphone Android Nokia 6

Smartphone Nokia kembali lahir lewat Nokia 6. Setelah hiatus sejak 2014, akhirnya smartphone dengan merek Nokia kembali memeriahkan pasar.

oleh Andina Librianty diperbarui 09 Jan 2017, 13:00 WIB
Nokia 6. Dok: androidpure.com

Liputan6.com, Jakarta - Smartphone Nokia kembali lahir. Setelah hiatus sejak 2014, akhirnya smartphone dengan merek Nokia kembali memeriahkan pasar.

Smartphone "perdana" Nokia ini hadir lewat tangan HMD Global. Ini adalah perusahaan asal Finlandia yang memegang hak merek "Nokia" untuk perangkat mobile. Smartphone tersebut bernama Nokia 6.

Peluncuran ini merupakan smartphone pertama yang menyandang merek "Nokia" sejak Nokia Oyj memutuskan menjual unit handset-nya kepada Microsoft pada 2014. Smartphone itu, Nokia 6, menjalankan sistem operasi (OS) Android dan diproduksi oleh Foxconn.

HMD akan menjual Nokia 6 hanya untuk pasar Tiongkok melalui ritel online, JD.com. "Keputusan HMD meluncurkan smartphone Android pertamanya di Tiongkok merupakan gambaran untuk memenuhi kebutuhan nyata konsumen di berbagai pasar berbeda di seluruh dunia," jelas HMD dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/1/2017).

Kehadiran Nokia 6 menyita perhatian yang cukup besar. Pasalnya, Nokia pernah menjadi merek ponsel terbesar, tapi gagal ketika beralih ke pasar smartphone. Hingga akhirnya memilih sistem operasi (OS) Windows milik Microsoft untuk lini "Lumia", ketika banyak vendor lain justru melirik Android.

Kenyataanya, Nokia tidak berhasil kembali mengulang kesuksesannya terdahulu di pasar smartphone. Hingga akhirnya perusahaan menjual unit handset kepada Microsoft.

Setelah kesepakatan pada 2014, Microsoft masih menjual ponsel basis murah di bawah merek Nokia dan smartphone Lumia di bawah naungannya. Tapi pada tahun lalu, Microsoft meninggalkan keduanya.

Lalu HMD pada Desember 2016, mengambil alih bisnis ponsel fitur Nokia dan membuat kesepakatan lisensi sebagai satu-satunya yang bisa menggunakan merek "Nokia" pada ponsel dan tablet selama satu dekade ke depan.

HMD saat ini dipimpin oleh Arto Nummela selaku Chief Executive Officer (CEO), yang dulu pernah bertanggungjawab atas pengembangan produk dan penjualan di Nokia.

Nummela pada bulan lalu mengatakan kepada Reuters, bahwa HMD ingin menjadi salah satu pemain penting dalam bisnis smartphone, yang persaingannya saat ini berlangsung sengit dengan kompetitor seperti Apple dan Samsung.

HMD telah meluncurkan sejumlah ponsel basis Nokia baru pada bulan lalu. Perusahaan akan meluncurkan lebih banyak produk baru pada semester I tahun.

Selamat datang kembali Nokia!

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya