Liputan6.com, Kupang: Seorang ibu bernama Bulla melahirkan di dalam bus ketika dilarikan dari Oepoli, Kabupaten Kupang, ke Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Keterangan yang diperoleh dari anggota DPRD Kabupaten Kupang Marselus Efi di Kupang, Kamis (13/5), suami Bulla melarikan isterinya ke rumah sakit di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) karena Puskesmas Oepoli tertutup pada Rabu (12/5).
Informasi itu diperolehnya ketika mengisi masa reses dengan melakukan kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing. efi mengaku memperoleh keterangan dari warga bahwa ada pasangan suami isteri yang hendak meminta bantuan ke puskesmas rawat inap di Oepoli, namun puskesmas dalam keadaan tertutup. Pasangan itu memperoleh informasi bahwa petugas medis sedang tidak berada di Oepoli.
Karena itu, sang suami kemudian memilih membawa istrinya ke Kefamenanu, ibukota Kabupaten TTU karena jarak tempuh lebih dekat, daripada ke Kupang yang mencapai tujuh jam perjalanan darat.Namun, karena terlalu lama tidak mendapat bantuan bidan, sang ibu melahirkan di dalam bus yang membawanya dari Oepoli ke Kefamenanu.
Menurut Efi, walaupun Puskesmas Oepoli di Amfoang Timur berstatus sebagai puskesmas rawat inap, namun minim fasilitas pendukung seperti tempat tidur. "Di Puskesmas rawat inap Oepoli itu tempat tidur juga tidak ada sehingga kalau mau dipaksakan maka pasien terpaksa harus tidur di lantai," kata Efi.
Selama ini, kata dia, masyarakat Oepoli lebih memilih berobat ke rumah sakit di Kefamenanu daripada ke Kupang karena jaraknya lebih dekat yakni sekitar 20 Km saja.Dia mengaku, akan membawa persoalan minimnya fasilitas kesehatan itu ke Komisi C DPRD Kabupaten Kupang. Komisi akan memanggil pejabat Dinas Kesehatan guna memberikan penjelasan soal minimnya fasilitas di Oepoli, sebuah kampung di perbatasan dengan negara Timor Leste.(ANT)
Informasi itu diperolehnya ketika mengisi masa reses dengan melakukan kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing. efi mengaku memperoleh keterangan dari warga bahwa ada pasangan suami isteri yang hendak meminta bantuan ke puskesmas rawat inap di Oepoli, namun puskesmas dalam keadaan tertutup. Pasangan itu memperoleh informasi bahwa petugas medis sedang tidak berada di Oepoli.
Karena itu, sang suami kemudian memilih membawa istrinya ke Kefamenanu, ibukota Kabupaten TTU karena jarak tempuh lebih dekat, daripada ke Kupang yang mencapai tujuh jam perjalanan darat.Namun, karena terlalu lama tidak mendapat bantuan bidan, sang ibu melahirkan di dalam bus yang membawanya dari Oepoli ke Kefamenanu.
Menurut Efi, walaupun Puskesmas Oepoli di Amfoang Timur berstatus sebagai puskesmas rawat inap, namun minim fasilitas pendukung seperti tempat tidur. "Di Puskesmas rawat inap Oepoli itu tempat tidur juga tidak ada sehingga kalau mau dipaksakan maka pasien terpaksa harus tidur di lantai," kata Efi.
Selama ini, kata dia, masyarakat Oepoli lebih memilih berobat ke rumah sakit di Kefamenanu daripada ke Kupang karena jaraknya lebih dekat yakni sekitar 20 Km saja.Dia mengaku, akan membawa persoalan minimnya fasilitas kesehatan itu ke Komisi C DPRD Kabupaten Kupang. Komisi akan memanggil pejabat Dinas Kesehatan guna memberikan penjelasan soal minimnya fasilitas di Oepoli, sebuah kampung di perbatasan dengan negara Timor Leste.(ANT)