Liputan6.com, Jakarta: Partai Golongan Karya telah menghukum anggotanya yang membelot dari kebijakan partai. Muchyar Yara adalah buktinya. Dia diberi sanksi lantaran mengkritik kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung setelah Kasus Badan Urusan Logistik mengemuka. Demikian hasil pertemuan tertutup petinggi Golkar semalam yang disampaikan Akbar, di Jakarta, Rabu (16/1).
Menurut Akbar, pertemuan itu menghasilkan kesimpulan bahwa perlunya soliditas anggota Golkar pada saat ketua umumnya menghadapi tekanan. Golkar juga memutuskan akan menyediakan bantuan hukum bagi Akbar di samping pengacara yang telah ada sekarang.
Menyoal langkah A.A. Baramuli mengusulkan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar, Akbar mengatakan terhadap Baramuli partai akan mengambil langkah berbeda. Artinya, tak seperti Muchyar. Karena itulah, Akbar berharap sebagai senior Baramuli lebih arif menyikapi persoalan yang dihadapi partai saat ini.(AWD/Fahmi Ihsan dan Haryo Dewanto)
Menurut Akbar, pertemuan itu menghasilkan kesimpulan bahwa perlunya soliditas anggota Golkar pada saat ketua umumnya menghadapi tekanan. Golkar juga memutuskan akan menyediakan bantuan hukum bagi Akbar di samping pengacara yang telah ada sekarang.
Menyoal langkah A.A. Baramuli mengusulkan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar, Akbar mengatakan terhadap Baramuli partai akan mengambil langkah berbeda. Artinya, tak seperti Muchyar. Karena itulah, Akbar berharap sebagai senior Baramuli lebih arif menyikapi persoalan yang dihadapi partai saat ini.(AWD/Fahmi Ihsan dan Haryo Dewanto)