Liputan6.com, Minahasa Utara: Melestarikan laut dan berbagai biota laut di dalamnya memberi manfaat besar bagi kehidupan manusia. Masyarakat Desa Behoi, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, sejak delapan tahun silam membentuk Daerah Perlindungan Laut (DPL). Peraturan desa menyebut, wilayah DPL yang memiliki luas sekitar 5 hektare adalah daerah terlarang bagi nelayan maupun masyarakat.
Desa Behoi berlokasi sekitar 70 kilometer dari Kota Manado. Desa itu kini mengandalkan ekowisata sebagai potensi andalan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Upaya menjaga lingkungan seharusnya bisa menambah keuntungan bagi warga. Sebab sebagai desa ekowisata akan mendatangkan sumber-sumber pendapatan baru. Sayangnya, penduduk Desa Behoi, umumnya berprofesi nelayan dan rata-rata masih tergolong ekonomi lemah, tetap saja tak mendapat keuntungan dari lingkungan yang mereka jaga.
Masyarakat lantas meminta pemerintah daerah setempat memberi bantuan. Satu di antaranya berupa pelatihan keterampilan, terutama bagi kaum perempuan. Tujuannya, untuk lebih memaksimalkan potensi Desa Behoi.(AIS)
Desa Behoi berlokasi sekitar 70 kilometer dari Kota Manado. Desa itu kini mengandalkan ekowisata sebagai potensi andalan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Upaya menjaga lingkungan seharusnya bisa menambah keuntungan bagi warga. Sebab sebagai desa ekowisata akan mendatangkan sumber-sumber pendapatan baru. Sayangnya, penduduk Desa Behoi, umumnya berprofesi nelayan dan rata-rata masih tergolong ekonomi lemah, tetap saja tak mendapat keuntungan dari lingkungan yang mereka jaga.
Masyarakat lantas meminta pemerintah daerah setempat memberi bantuan. Satu di antaranya berupa pelatihan keterampilan, terutama bagi kaum perempuan. Tujuannya, untuk lebih memaksimalkan potensi Desa Behoi.(AIS)