Korban Banjir Sumsel Mengungsi

Puluhan kepala keluarga korban banjir di Telang Sekuat, Desa Kerinjing, Pagaralam, Sumsel, mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka mengkhawatirkan banjir susulan.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Januari 2002, 16:15 WIB
Liputan6.com, Pagaralam: Sebanyak 22 kepala keluarga dari 172 KK warga Telang Sekuat, Desa Kerinjing, Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam, Sumatra Selatan, yang terkena musibah banjir bandang kini mengungsi ke lokasi lebih tinggi. Pasalnya, mereka mengkhawatirkan banjir susulan, seperti yang terjadi Kamis pagi silam [baca: Banjir di Dempo Palembang, 18 Tewas].

Berdasarkan pemantauan SCTV, baru-baru ini, siang hari dimanfaatkan para pengungsi yang rumahnya hanyut terbawa banjir itu untuk duduk-duduk di Posko Penanggulangan Banjir Kerinjing. Sedangkan malam hari, mereka tak berani tidur di rumahnya di kawasan perkebunan kopi setempat lantaran takut air bah susulan.

Sejauh ini, selain menghanyutkan delapan rumah dan menewaskan sebanyak 22 warga, banjir juga menghancurkan sebuah musala. Selain itu, air bah juga menyebabkan dua jembatan rusak berat dan terseret air sejauh 75 meter. Begitu juga dengan kebun kopi milik warga setempat yang rusak akibat terjangan air. Untuk sementara, kerugian akibat banjir ditaksir mencapai ratusan juta rupiah [baca: Korban Banjir di Dempo Menjadi 22 Orang].

Untuk membantu para korban, hingga kini, bantuan dana dan pangan dari berbagai pihak masih terus mengalir. Sedianya, para warga juga mengharapkan bantuan papan agar dapat membangun kembali tempat tinggal di lokasi lain. Menyangkut harapan ini, Komando Daerah Militer Sriwijaya berencana menurunkan satu pleton Detasemen Zeni Tempur untuk membantu para warga membangun rumah di lokasi lain di Telang Sekuat [baca: Korban Banjir Bandang Sumsel Masih Dicari].(SID/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya