Homeopathy, Pengobatan Tradisonal Tanpa Efek Samping

Metode pengobatan hemeopathy menjadi pengobatan alternatif yang tak mempunyai efek samping. Metode pengobatan ini telah teruji khasiatnya di luar negeri.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Januari 2002, 23:40 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Tak selamanya pengobatan tradisional, seperti jamu atau obat sinshe dipercaya masyarakat. Soalnya, masyarakat masih takut akan efek sampingnya. Kini, masyarakat dapat mencoba homeopathy, sebuah cara pengobatan alternatif. Hal itu dikemukakan ahli THT Neurotologi Jenny Bashiruddin di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Jenny, metode homeopathy ditemukan dokter asal Jerman Samuel Christian Friedrich Hahnemann, dua abad silam. Metode ini meyembuhkan gejala penyakit dengan dosis obat yang realatif kecil. Soalnya, dengan dosis kecil, tubuh justru mampu meningkatkan sistem kekebalan untuk menghasilkan kesembuhan secara alamiah. Akhirnya, metode tersebut menjadi dasar penelitian pengobatan selanjutnya. Bahkan, bahan penelitian itu tak terbatas pada tumbuhan dan hewan. Namun, juga bakteri, seperti Tuberkulonum atau kuman TBC yang telah dilemahkan.

Jenny menjelaskan, metode pengobatan homeopathy berdasarkan gejala atau keluhan dan bukan didasarkan jenis penyakit. Dengan begitu, sangat penting buat seorang ahli homeopathy untuk mengetahui secara lengkap keluhan sang pasien sebelum menentukan jenis dan cara pengobatannya. Biasanya, satu jenis obat dapat digunakan untuk mengobati banyak keluhan. Hal tersebut mirip dengan prinsip pengobatan jamu tradisional. Namun, pada jamu kandungan obatnya lebih pekat. Sedangkan hemeopathy kandungan obatnya sangat sedikit. Hal itu disebabkan proses pengenceran yang lebih kuat. Itulah sebabnya, dalam pemeriksaan labotarium biasa, kadar obatnya tak dapat dibaca.

Menurut literatur-literatur homeopathy di negara-negara maju, Jenny menambahkan, obat-obat yang digunakan dalam metode ini telah teruji khasiatnya. Sedangkan di Indonesia, pengobatan ini baru dikenal beberapa tahun terakhir. Satu di antara pengembangan di Tanah Air itu dilakukan sekumpulan dokter yang tergabung dalam Departemen Homeopathy Jamaat Ahmadiyah.(ORS/Mira Permatasari dan Bambang Triono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya