Liputan6.com, Jakarta: Sebuah ledakan keras terjadi, Jumat (11/01) sekitar pukul 22.20 WIB di pabrik farmasi yang memproduksi obat batuk Laserin di Kemandoran, Jakarta Selatan. Ledakan yang menghancurkan sejumlah kaca dan atap PT Mecosin Indonesia itu diduga berasal dari oven pengering obat yang terlalu panas.
Ledakan di pabrik yang berada di lingkungan padat penduduk itu bukan yang pertama kali. Pada 1986 juga terjadi ledakan dengan penyebab yang sama. Sekitar pukul 00.30 WIB Tim Gegana dari Polda Metro Jaya datang ke lokasi ledakan. Polisi kemudian menyisir ruangan di dalam dan di luar sekitar lokasi ledakan.
Tim Gegana menemukan sebuah peringatan yang menyebutkan ada bom dalam ruangan tersebut. Sementara sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan ledakan diamankan di Polres Jaksel.
Menurut Kepala Satuan Reserse Jaksel Ajun Komisaris Polisi Merdisyam, hingga dini hari tadi lima saksi telah dimintai keterangan. Mereka adalah Suherman pengawas pabrik, Naryo anggota satuan pengamanan, Cecep yang menyatakan sumber ledakan dari oven pengering, serta Herman dan Suprianto keduanya office boy.
Ada informasi lain, pabrik itu sebelumnya memecat tiga karyawan karena mencuri bernilai ratusan juta. Ketiganya adalah karyawan yang tinggal di sekitar pabrik dan penduduk asli setempat. Kendati demikian, polisi belum dapat menyimpulkan keterkaitan ledakan dengan pemecatan itu. Rencananya pagi ini Tim Pusat Laboratorium dan Forensik Polda Metro Jaya akan memeriksa pabrik untuk mengetahui penyebab ledakan(YYT/Christiyanto dan Julianus)
Ledakan di pabrik yang berada di lingkungan padat penduduk itu bukan yang pertama kali. Pada 1986 juga terjadi ledakan dengan penyebab yang sama. Sekitar pukul 00.30 WIB Tim Gegana dari Polda Metro Jaya datang ke lokasi ledakan. Polisi kemudian menyisir ruangan di dalam dan di luar sekitar lokasi ledakan.
Tim Gegana menemukan sebuah peringatan yang menyebutkan ada bom dalam ruangan tersebut. Sementara sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan ledakan diamankan di Polres Jaksel.
Menurut Kepala Satuan Reserse Jaksel Ajun Komisaris Polisi Merdisyam, hingga dini hari tadi lima saksi telah dimintai keterangan. Mereka adalah Suherman pengawas pabrik, Naryo anggota satuan pengamanan, Cecep yang menyatakan sumber ledakan dari oven pengering, serta Herman dan Suprianto keduanya office boy.
Ada informasi lain, pabrik itu sebelumnya memecat tiga karyawan karena mencuri bernilai ratusan juta. Ketiganya adalah karyawan yang tinggal di sekitar pabrik dan penduduk asli setempat. Kendati demikian, polisi belum dapat menyimpulkan keterkaitan ledakan dengan pemecatan itu. Rencananya pagi ini Tim Pusat Laboratorium dan Forensik Polda Metro Jaya akan memeriksa pabrik untuk mengetahui penyebab ledakan(YYT/Christiyanto dan Julianus)