Warga Bakar Alat Eksplorasi Migas SPE Petroleum

Ratusan massa di Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Jatim, membakar alat eksplorasi milik SPE Petroleum. Mereka khawatir kegiatan survei karyawan SPE Petroleum memicu terjadinya lumpur Lapindo.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 April 2010, 19:55 WIB
Liputan6.com, Pamekasan: Ratusan orang dari dua desa di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (2/4), mengamuk. Mereka membakar alat eksplorasi milik SPE Petroleum, seperti mesin penyedot air, paralon, dan peralatan lainnya.

Akibatnya, puluhan pekerja kabur yang sedang survei seismik di kawasan Palengaan kabur menyelamatkan diri. Aksi ini dilakukan warga karena mereka khawatir jika eksplorasi akan menimbulkan petaka seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jatim.

Hingga massa pulang, tak ada pihak keamanan yang datang ke lokasi. Sebab, lokasi pembakaran cukup jauh. Sementara Staf Humas SPE Petroleum mengaku belum mengetahui jika ada pembakaran peralatan seismik di wilayah Pamekasan.

Para pekerja  SPE Petroleum datang ke Palengaan untuk mencari kemungkinan adanya kandungan migas di lokasi itu. Namun, kurangnya sosialisasi membuat warga ketakutan.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya