Liputan6.com, Pamekasan: Ratusan orang dari dua desa di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (2/4), mengamuk. Mereka membakar alat eksplorasi milik SPE Petroleum, seperti mesin penyedot air, paralon, dan peralatan lainnya.
Akibatnya, puluhan pekerja kabur yang sedang survei seismik di kawasan Palengaan kabur menyelamatkan diri. Aksi ini dilakukan warga karena mereka khawatir jika eksplorasi akan menimbulkan petaka seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jatim.
Hingga massa pulang, tak ada pihak keamanan yang datang ke lokasi. Sebab, lokasi pembakaran cukup jauh. Sementara Staf Humas SPE Petroleum mengaku belum mengetahui jika ada pembakaran peralatan seismik di wilayah Pamekasan.
Para pekerja SPE Petroleum datang ke Palengaan untuk mencari kemungkinan adanya kandungan migas di lokasi itu. Namun, kurangnya sosialisasi membuat warga ketakutan.(AIS)
Akibatnya, puluhan pekerja kabur yang sedang survei seismik di kawasan Palengaan kabur menyelamatkan diri. Aksi ini dilakukan warga karena mereka khawatir jika eksplorasi akan menimbulkan petaka seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jatim.
Hingga massa pulang, tak ada pihak keamanan yang datang ke lokasi. Sebab, lokasi pembakaran cukup jauh. Sementara Staf Humas SPE Petroleum mengaku belum mengetahui jika ada pembakaran peralatan seismik di wilayah Pamekasan.
Para pekerja SPE Petroleum datang ke Palengaan untuk mencari kemungkinan adanya kandungan migas di lokasi itu. Namun, kurangnya sosialisasi membuat warga ketakutan.(AIS)