Liputan6.com, Palembang: Murid SDN 49 Palembang, belum bisa belajar karena harus membersihkan genangan air di ruang kelas dan halaman sekolahnya. Kebiasaan ini ternyata sudah sering terjadi jika luapan air meninggi akibat hujan terlalu lama, Selasa (30/3). Luapan banjir di jalan masuk kawasan dan sekolahnya membuat para pelajar melepaskan sepatu.
Menurut warga dekat SDN 49, Suwadi, banjir melanda sekolah ini sudah sejak 1990, namun tidak juga ada solusinya. Saluran air di lingkungan banyak yang tidak dirawat sehingga banyak penimbunan yang menyumbat saluran. Warga berharap jalan kawasan dan sekolah ditinggikan agar anak bisa ke sekolah tanpa harus kebajiran.
Kepala sekolah SDN 49 Ros, mengatakan pihak sekolah sudah meminta bantuan dari pemerintah setempat untuk meningkatkan pembangunan sarana jalan ke SD mereka yang sekarang sering dilanda banjir. Namun belum ada jawaban hingga kini.
Peristiwa jalan sekolah terendam banjir pun juga terjadi di SMAN 5 Palembang di kawasan Sungai Buah. Ketinggian air mencapai hampir 40 cm sehingga menyulitkan para siswa untuk bersekolah.(IDS/AYB)
Menurut warga dekat SDN 49, Suwadi, banjir melanda sekolah ini sudah sejak 1990, namun tidak juga ada solusinya. Saluran air di lingkungan banyak yang tidak dirawat sehingga banyak penimbunan yang menyumbat saluran. Warga berharap jalan kawasan dan sekolah ditinggikan agar anak bisa ke sekolah tanpa harus kebajiran.
Kepala sekolah SDN 49 Ros, mengatakan pihak sekolah sudah meminta bantuan dari pemerintah setempat untuk meningkatkan pembangunan sarana jalan ke SD mereka yang sekarang sering dilanda banjir. Namun belum ada jawaban hingga kini.
Peristiwa jalan sekolah terendam banjir pun juga terjadi di SMAN 5 Palembang di kawasan Sungai Buah. Ketinggian air mencapai hampir 40 cm sehingga menyulitkan para siswa untuk bersekolah.(IDS/AYB)