Meski Investor Asing Jual Saham, IHSG Mampu Naik 1,79 Persen

Secara sektoral, 10 sektor saham menghijau. Sektor saham aneka industri naik 3,22 persen dan catatkan penguatan terbesar.

oleh Arthur Gideon diperbarui 29 Des 2016, 16:15 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Pada perdagangan kemarin, IHSG juga melaju lebih dari dua persen.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (29/12/2016), IHSG naik 93,12 poin atau 1,79 persen ke level 5.302,56. Indeks saham LQ45 menguat 2,31 persen ke level 887,55.

Ada sebanyak 196 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 114 saham melemah dan 110 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.311,61 dan terendah 5.200,26.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 229.919 kali dengan volume perdagangan 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 triliun. Investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 219 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat mencapai Rp 13.464.

Secara sektoral, 10 sektor pembentuk IHSG bergerak menghijau. Sektor saham aneka industri naik 3,22 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Sektor saham infrastruktur menguat 2,40 persen dan sektor saham keuangan mendaki 2,41 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham DPUM naik 25 persen ke level Rp 725 per saham, saham KDSI menguat 19 persen ke level Rp 382 per saham, dan saham INAF menanjak 16 persen ke level Rp 5.200 per saham.

Saham KBLV merosot 10 persen ke level Rp 1.350 per saham, saham BULL tergelincir 10 persen ke level Rp 135 per saham, dan saham LCGP turun 9,87 persen ke level Rp 137 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo menjelaskan, IHSG sempat menyentuh batas level resistance di 5.309 sehingga membuat sinyal negatif terhapus.

Beberapa analis memang memberikan outlook bearish pada perdagangan di akhir tahun ini. Namun sepertinya IHSG berseberangan dengan perhitungan tersebut. Selama dua hari ini IHSG terus memberikan sinyal positif.

Namun, Satrio memberikan panduan agar inevstor jangan terlalu optimistis. Pada tahun lalu di perdagangan akhir tahun justru membukukan pelemahan. "Jadi mari kita lihat besok semoga IHSG bisa memberikan kejutan baru," tutup dia. (Gdn/Ndw)

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya