Aksi Warga Riau Protes Jalan Rusak Bikin Tercengang

Warga protes pemerintah daerah tidak pernah tuntas memperbaiki jalanan di desanya.

oleh M Syukur diperbarui 29 Des 2016, 13:30 WIB
Pohon pisang ditanam warga desa ini sebagai bentuk aksi menuntut perbaikan jalan. (Liputan6.com/M. Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Pemandangan tidak lazim begitu melewati jalan yang terletak di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau. Ada jajaran pohon pisang di tengah jalan.

Jika biasanya warga menanam pisang di kebun, kali ini warga di sana bercocok tanam di sepanjang jalan. Jalan yang ditanami pisang itu menghubungkan Desa Muara Uwai dan Kelurahan Pulau. Aksi ini merupakan bentuk protes atas tidak pedulinya pemerintah terhada kondisi jalan yang sudah beberapa tahun belum teraspal.

Selain beberapa buah pohon pisang, warga juga menanam pohon pepaya. Di salah satu pohon pisang terpampang tulisan "Polak Pisang Kami". Polak sendiri merupakan Ocu atau dalam bahasa warga setempat berarti kebun.

Menurut warga Setempat, Rudi Susanto, pohon pisang itu ditanam pemuda setempat. Dia menyebut jalan itu sudah beberapa tahun tak diaspal pemerintah setempat.

"Dulunya, jalan itu beraspal. Beberapa tahun belakangan hancur dan berlobang," kata dia.

Pemerintah, sebut Rudi, pernah beberapa kali memperbaiki jalan itu tapi tak pernah tuntas. Jika kemarau datang, jalanan berdebu. Sedangkan ketika musim hujan datang, kondisinya becek dan terdapat lobang di mana-mana.

"Terakhir diperbaiki dan diberi tanah kuning campur batu, tapi tak pernah diaspal," sebut Rudi.

Kondisi jalan tanah ini dinilai warga sangat membahayakan. Pengendara kendaraan bermotor rawan jatuh karena materi jalan lebih banyak batu kecil atau kerikil yang bisa membuat terpeleset.

"Apalagi pas di tikungan, itu sangat membahayakan pengendara motor dan‎ rawan kecelakaan," sebut Rudi.

Selain bentuk protes, penanaman beberapa pohon itu sebagai peringatan agar warga hati-hati. Pohon juga memisahkan antara lajur kiri dan kanan, sehingga dinilai efektif membuat pengguna jalan lebih berhati-hati.

"Dengan penanaman ini, semoga Pemerintah Kabupaten Kampar lebih tanggap atas keselamatan warga," tegas Rudi.

Kondisi jalan ini juga ramai diperbicangkan di media sosial Facebook. Salah seorang warga mengunggah dan mendapat banyak komentar dari pengguna Facebook lainnya.

"Hanya di tempat kita pisang tumbuh di jalan," tulis Uda Lee, tulis pengguna akun Facebook yang mengunggah fotonya.

"Memang Allah itu Maha Besar... di tangah (di tengah) jalan bisa tumbuah (tumbuh) batang pisang.. Basusun (bersusun) rapi lo (pula) tu‎," tulis akun Ardy Gafar mengomentari foto tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya