Kaleidoskop 2016: Kontroversi dan Prestasi PON Jawa Barat

Ada 44 cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2016

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 29 Desember 2016, 12:10 WIB
Logo PON Jabar 2016 (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2016 menjadi tahun krusial bagi Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, di tahun inilah mereka menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 yang berlangsung dari 17 September hingga 29 September.

Sebagai tuan rumah, Jabar menyediakan 68 venue yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota. Ada 44 cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2016 yang digelar dengan tema, Berjaya di Tanah Legenda ini.

Dalam sejarahnya, ini adalah kali kedua Jabar menjadi tuan rumah PON. Kali pertama Jabar menjadi tuan rumah adalah pada 1961. Selain itu, ini adalah kali pertama PON digelar kembali di Pulau Jawa sejak tahun 2000.

Jabar sendiri akhirnya keluar sebagai juara umum dengan torehan total 531 medali (217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu). Jawa Timur dan DKI Jakarta menyusul di tempat kedua dan ketiga.

Meski terhitung lancar, penyelenggaraan PON kali ini tetap tak terlepas dari kontroversi. Mulai dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), hingga kasus doping yang menimpa sejumlah atlet.


Pembukaan dan Kontroversi GBLA

Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (Liputan6.com/Balgoraszky Arsitide Marbun)

Persiapan Jabar sebagai tuan rumah sempat diterpa masalah. Sejumlah pejabat kota Bandung diperiksa atas kasus dugaan korupsi pembangunan stadion GBLA.

Stadion GBLA sendiri dibangun dengan dana Rp 545 miliar. Stadion ini sejatinya menjadi salah satu stadion mewah dan berstandar internasional.

Namun adanya korupsi membuat bangunan Stadion berkapasitas 38 ribu penonton ini bermasalah. Dimulai dari tanah stadion yang ambles hingga sejumlah keretakan di beberapa sudut stadion.

Dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan polisi, Sekrearis Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemerintah Kota Bandung Yayat Ahmad Sudrajat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini. Pada April 2016, proses penyelidikan masih terus dilanjutkan untuk mencari tersangka baru.

Ribuan penari beraksi memeriahkan pembukaan PON XIX Jabar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu (18/9). PON XIX Jabar digelar di 61 venues di 16 Kota dan Kabupatan se Jawa Barat. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kasus korupsi yang menimpa stadion GBLA membuat pembukaan PON 2016 terancam. Pihak kepolisian sempat melarang pembukaan PON dilakukan di stadion ini. Polisi khawatir kerusakan di sejumlah bagian stadion membahayakan bagi para penonton yang datang.

Namun demikian, pembukaan akhirnya tetap dilakukan di stadion tersebut. Perpaduan teknologi modern dan seni tradisional menjadi menu utama dalam pembukaan PON kali ini.

Lanjut Baca:

Panasnya atmosfer persaingan antakontingen membuat kericuhan terjadi di beberapa cabang olahraga. Salah satu kericuhan terjadi di cabang gulat.Kericuhan terjadi saat pertandingan tim Kalimantan Timur (Kaltim) melawan tim tuan rumah.  Protes dilakukan dengan cara menggulingkan meja wasit. Tidak hanya itu, mereka juga menghancurkan papan skor. Ini dilakukan setelah pegulat Kaltim mendapat hukuman dua kali dan dinyatakan kalah.Anggota tim juri kami dari Iran, Ali Akbar kena tendang pelatih Kaltim setelah sebelumnya bangku yang didudukinya ditendang lebih dulu. Kami meminta pertandingan dihentikan sementara dan kasus ini kami laporkan ke pihak kepolisian," kata Maurice anggota Tim Dewan Juri Cabang Gulat. Kericuhan juga terjadi di cabang polo air. Kejadian berawal ketika salah satu atlet Jabar memukul atlet dari Sumatera Selatan. Adu pukul dan saling kejar pun tak terhindarkan di dalam kolam renang.Imbas kejadian tersebut menular ke tribun penonton. Suporter tuan rumah yang didominasi aparat TNI terlihat terpancing dengan melempari kontingen Sumsel dengan botol air mineral.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya