Warga Poso Sangat Menanti Kedamaian

Ratusan warga Poso, Sulteng, yang berada di pengungsian berharap bisa kembali ke kampung halaman dan hidup damai. Situasi Poso semakin kondusif. Polri segera menarik pasukannya dari Poso.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Januari 2002, 01:55 WIB
Liputan6.com, Poso: Pertikaian antarkelompok agama di Poso, Sulawesi Tengah, yang berlangsung lebih dari tiga tahun hanya membuahkan derita berkepanjangan bagi warga setempat. Padahal, mereka telah lama hidup berdampingan. Itu sebabnya, mereka sangat merindukan hidup damai seperti sebelum pecah kerusuhan. Kerinduan itu terpancar dari raut wajah sejumlah warga Poso. Keluarga Siti Sawu yang beragama Islam dan keluarga Erna Monto pemeluk Kristen, misalnya. Mereka kini harus hidup mengungsi dan amat merindukan kampung halaman. "Kami ingin hidup aman dan damai" tutur Erna dan Siti, warga Kelurahan Sayo, Poso, kepada SCTV yang menemuinya di lokasi pengungsian, baru-baru ini.

Keduanya mengaku terpaksa "terpecah" lantaran konflik berdarah sejak kerusuhan 1999. Erna dan Siti mengakui, setiap kali ada serangan dari kelompok tertentu, mereka mengungsi ke gunung bersama-sama. Saat konflik berlanjut, keluarga Siti memilih mengungsi ke Kantor Kepolisian Resor Poso. Sedangkan Erna bergabung dengan keluarganya yang lain di Kantor Komando Distrik Militer Poso.

Kelurahan Sayo adalah wilayah yang paling banyak mengalami kerugian harta benda. Bahkan, beberapa warganya dilaporkan tewas dalam kerusuhan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan tersebut. Maklum, dari data kependudukan kelurahan setempat diketahui, dari 386 kepala keluarga, jumlah pemeluk dua agama mempunyai porsi seimbang.

Bagi Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar yang berkunjung ke Poso, kini kondisi keamanan Poso semakin kondusif. Karena itu, dia berencana segera menarik pasukan Polri yang ditempatkan di Poso. Penarikan sekitar 5.000 personel Polri itu akan dilakukan, jika kondisi di daerah tersebut telah dipastikan aman.

Da`i berpendapat, situasi kondusif tadi tak lepas dari keberhasilan Deklarasi Malino, yang beberapa waktu silam disepakati dua kelompok agama bertikai [baca: Deklarasi Malino Mendamaikan Dua Kelompok]. Bahkan, sejumlah warga dengan sukarela telah menyerahkan sejumlah senjata kepada polisi [baca: Warga Poso Memusnahkan Ribuan Senjata Api Rakitan]. Da`i berharap, iklim keamanan itu dapat terus terpelihara.(DEN/Andre Bangsawan dan Rafael Setyo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya