Anies Temui Ibu yang Berseteru dengan Ahok karena KJP

Saat bertemu dengan Anies, Yusri langsung menyampaikan curahan hatinya terkait tudingan Ahok kepadanya.

oleh Rezki Apriliya IskandarDiterbitkan 27 Desember 2016, 13:44 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) menyapa warga saat sosialisasi di Kota Bambu Utara, Jakarta, Rabu (21/12). Dihadapan pendukungnya, Anies memaparkan beberapa program jika terpilih pada Pilkada 2017. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui Yusri Isnaeni, ibu muda asal Koja, Jakarta Utara, pemegang KJP (Kartu Jakarta Pintar) yang pernah berseteru dengan calon petahana Basuki Tjajaha Purnama atau Ahok saat masih aktif menjadi gubernur DKI Jakarta.

Saat bertemu dengan Anies, Yusri langsung menyampaikan curahan hatinya terkait tudingan Ahok kepadanya. Saat itu, Ahok menuding Yusri menyalahgunakan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). Bahkan Yusri disebut maling oleh Ahok karena mencairkan uang KJP.

"Ahok sudah memfitnah saya dengan kata-kata kejam gitu, saya dibilang maling. Padahal pada saat itu saya ingin menceritakan soal KJP itu. Ya saya bangga lah bisa ketemu gubernur. Jarang-jarang saya rakyat kecil bisa ketemu sama beliau," cerita Yusri  kepada Anies yang menyambangi kediamannya di Jalan Mahoni GG 1 Blok A, Koja, Jakarta Utara, (Selasa, 27/12/2016).

Menurut Yusri, saat itu, Ahok langsung menuduhnya sebagai maling. Padahal, tujuannya mencairkan KJP saat itu untuk membeli kebutuhan sekolah anaknya.

"Namanya orang tua, saya mementingkan untuk kebutuhan anak, kebutuhan sekolah. Pada saat itu saya ingin membeli pakaian seragam sekolah. Ada yang bilang saat itu kalau KJP boleh dicairkan dengan tunai," lanjut Yusri.

Menanggapi masalah yang dihadapi Yusri, Anies mengatakan jika hal tersebut tidak seharusnya terjadi. Semestinya, sebagai pemimpin Ahok menindaklanjuti laporan yang diterima dari warga, bukan malah memberi tudingan negatif. 

"Ketika ada laporan ya ditindaklanjuti. Tidak perlu sampai ujungnya ke perkara hukum, pencemaran nama baik karena sebagai rakyat beliau sangat tersinggung disebut seperti sebutan yang beliau katakan," ujar Anies.

Belum Ada Tidak Lanjut

Yusri pun kembali mengutarakan curhatan hatinya, ia  mengaku selama ini sudah melaporkan kasusnya ini ke Polda Metro Jaya dan Komnas Perlindungan Perempuan. Namun sudah berjalan satu tahun, sejak 10 Desember, belum ada tindak lanjut sampai sekarang.

"Tolong kepada pihak penegak hukum segera memperoses kasus saya ini dengan bapak Ahok. Sampai sekarang rasa hati saya tidak terima, saya ingin ke depannya bapak Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk bisa merubah semuanya, Jakarta yang lebih baik, punya pemimpin yang baik. Tidak kasar, punya sopan santun," kata Yusri.

Anies pun merespon curhatan hati Yusri dengan berjanji jika ia terpilih nanti akan berkomitmen menjaga hubungan dan komunikasi dengan masyarakat Jakarta.

"Kalau ada rakyat yang datang kepada pemerintah dengan keluhan, itu normal. Ya tugasnya pemerintah adalah menerima keluhan, menerima masukan lalu menyelesaikannya. Kita berkomitmen untuk menjaga hubungan," ucap Anies.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya