Kaleidoskop 2016: Pembuktian Kehebatan Ronaldo

Sederet prestasi diraih pria 31 tahun itu. Mulai dari juara Liga Champions bersama Real Madrid hingga juara Piala Eropa bersama Portugal.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 26 Desember 2016, 16:00 WIB
Cristiano Ronaldo (AFP/L'EQUIPE/Franck Seguin)

Liputan6.com, Madrid - "Terkadang sulit mengekspresikan perasaanku, tapi di dalam ada kebahagiaan luar biasa, karena aku telah bekerja keras untuk sampai di titik ini." Begitu kata-kata Cristiano Ronaldo usai memenangi Ballon d'Or 2016. Mohon maaf kepada Lionel Messi, tapi tahun ini adalah tahunnya Ronaldo.

Sederet prestasi diraih pria 31 tahun itu. Mulai dari juara Liga Champions bersama Real Madrid hingga juara Piala Eropa bersama Portugal. Yang terakhir, masih terasa mustahil, tapi Ronaldo dan kawan-kawannya di Timnas Portugal sukses membalikkan prediksi.

"Tahun 2016 tidak diragukan lagi adalah tahun terbaik dalam karierku, baik secara kolektif maupun individu," kata dia kepada France Football.

"Memenangkan sesuatu bersama Portugal adalah sesuatu yang kurang dari CV-ku. Itu adalah salah satu momen paling penting dalam hidupku."

Ronaldo menambahkan: "Perbedaan antara Real Madrid dan Portugal adalah bahwa Madrid terbiasa untuk menang, itu sebabnya mereka memiliki 11 trofi Liga Champions. Portugal belum pernah memenangi trofi besar."

Ronaldo sebenarnya mengalami cedera saat laga final Piala Eropa melawan Prancis di Stade de France. Namun, ia berhasil mengangkat trofi setelah Portugal menang 1-0 berkat gol tunggal Eder.

Striker Portugal, Cristiano Ronaldo, menangis sebelum ditandu karena cedera setelah dilanggar pemain Prancis, Dimitri Payet, pada laga final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Senin (11/7/2016) dini hari WIB. (Reuters/Darren Staples)

"Secara emosional, juara bersama Portugal rasanya di atas trofi-trofi lain. Ini seperti Ballon d'Or pertamaku pada 2008. Ini spesial. Ini tahun yang tak terlupakan."

Ronaldo pertama kali meraih Ballon d'Or ketika masih membela Manchester United. Ia kemudian meraihnya lagi berkat kerja kerasnya bersama Madrid pada 2013 dan 2014.

"Ketika pertama kali meraihnya, emosi selalu terasa berbeda. Pertama adalah yang pertama, sama seperti hal-hal lain. Pada 2008, kebahagiaanku sangat besar. Itu adalah mimpi yang jadi kenyataan. Itu terjadi di usia 23 tahun, sungguh momen unik."

"Apa yang kurasakan saat ini mirip seperti 2008. Ini pekerjaanku, aku bekerja untuk menjadi yang terbaik, mengorbankan banyak hal. Itu sebabnya penghargaan ini sangat penting."

"Setiap kali aku mendapatkan penghargaan seperti ini, aku berkata pada diri sendiri, 'Cristiano, ini sepadan dengan kerja keras bertahun-tahun, membuat semua pengorbanan, tidak melakukan hal-hal yang aku inginkan, tapi hanya berpikir tentang sepak bola'," ucap dia.
Cristiano Ronaldo menciumi Piala Eropa 2016 usai memenangkan laga melawan Prancis di Stade de France, Senin (11/7). Portugal menang dengan skor tipis 1-0. (REUTERS)

Lanjut Baca:

Meski kekuatan dan kecepatannya berkurang karena faktor usia, Ronaldo tak kehilangan naluri mencetak golnya di depan gawang. Ini semua karena dia berevolusi dari winger menjadi pemain Nomor 9.Madrid dan Portugal kini memainkan Ronaldo sebagai striker dan memanfaatkan kemampuannya pada duel udara. Pelatih Madrid Zinedine Zidane bahkan memainkan Ronaldo sebagai striker dengan formasi 4-4-2 saat melawan Atletico Madrid. Hasilnya Madrid menang 3-0 dan Ronaldo mencetak hattrick.Namun, demi memasukkan Karim Benzema ke dalam tim, Zidane biasanya menerapkan formasi 4-3-3 dengan Ronaldo sebagai winger yang suka menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan.Total, musim lalu Ronaldo mencetak 51 gol dalam 48 pertandingan bersama Madrid. Sementara di Timnas Portugal, ia mencetak 13 gol dalam 13 laga. Hal ini terhitung luar biasa mengingat Ronaldo sudah bukan lagi pemain muda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya