Liputan6.com, Tangerang: Markas Besar Polri mengganti seluruh kerugian yang diderita pemilik warung internet dan warga akibat penggerebekan tersangka teroris di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Ganti rugi diberikan Kapolri diwakili Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Gatot Eddy dan jumlahnya sesuai laporan kerusakan.
Salah satu pihak yang mendapatkan penggantian adalah Warnet Multiplus yang menjadi lokasi penembakan tersangka teroris Dulmatin alias Yahya Ibrahim. Rinda, pemilik warnet bersyukur karena polisi mengganti semua kerugian. Namun ia keberatan menyebutkan jumlah nominal yang diberikan. Yang jelas polisi sudah mengganti sejumlah kursi, kaca-kaca pecah, serta meja komputer yang rusak. Uang tunai sebagai pengganti operasional warnet yang terhenti setelah penggerebekan juga diberikan [baca: Garis Polisi Sudah Dicopot dari Warnet Multiplus].
Selain Rinda, ganti rugi diberikan kepada sejumlah warga yang harta bendanya rusak. Fendi, misalnya. Bagian depan rumahnya di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, rusak di sejumlah bagian karena di tempat inilah tim Detasemen Khusus 88 bentrok dengan dua pengawal Dulmatin yang akhirnya tewas ditembak. Menurut Fendi, selain kursi rusak, di tembok rumahnya juga terdapat lubang bekas peluru.(YNI/ARI)
Salah satu pihak yang mendapatkan penggantian adalah Warnet Multiplus yang menjadi lokasi penembakan tersangka teroris Dulmatin alias Yahya Ibrahim. Rinda, pemilik warnet bersyukur karena polisi mengganti semua kerugian. Namun ia keberatan menyebutkan jumlah nominal yang diberikan. Yang jelas polisi sudah mengganti sejumlah kursi, kaca-kaca pecah, serta meja komputer yang rusak. Uang tunai sebagai pengganti operasional warnet yang terhenti setelah penggerebekan juga diberikan [baca: Garis Polisi Sudah Dicopot dari Warnet Multiplus].
Selain Rinda, ganti rugi diberikan kepada sejumlah warga yang harta bendanya rusak. Fendi, misalnya. Bagian depan rumahnya di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, rusak di sejumlah bagian karena di tempat inilah tim Detasemen Khusus 88 bentrok dengan dua pengawal Dulmatin yang akhirnya tewas ditembak. Menurut Fendi, selain kursi rusak, di tembok rumahnya juga terdapat lubang bekas peluru.(YNI/ARI)