BNPB: Gempa Aceh Tak Bisa Diprediksi

Sebelum gempa 6,5 Skala Richter di kabupaten Pidie Jaya terjadi, goncangan dahsyat juga melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

oleh Nanda Perdana Putra diperbarui 08 Des 2016, 06:30 WIB
Warga mengamati sebuah bangunan yang roboh menyusul gempa 6,4 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). Sejumlah bangunan di Kabupaten Pidie Jaya rusak akibat gempa yang tak berpotensi tsunami tersebut. (Zian Muttaqien/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, gempa bumi tidak dapat diprediksi waktu dan tempat kemunculannya. Meski terjadi dalam kurun waktu yang hampir sama, namun tetap tidak bisa diartikan sebagai siklus tetap.

"Nggak. Kita nggak bisa prediksi kapan terjadinya secara pasti," tutur Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Rabu (7/12/2016).

Sama halnya dengan gempa Aceh pada akhir tahun 2016 ini. Sebelum gempa 6,5 Skala Richter di kabupaten Pidie Jaya terjadi, goncangan dahsyat juga melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu yang menyebabkan tsunami.

Menurut Sutopo, siklus gempa selalu bergerak dan tidak pasti kapan kemunculannya. Meski memiliki periode tertentu, sifatnya masih selalu berubah-ubah dan insidental.

"Dia bergerak setiap saat dan dia memiliki periode kapan gempa besar terjadi berapa tahun sekali. Kita nggak bisa prediksi kapan terjadi gempa yang besar," jelas Sutopo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya