Meski Ada Demo 2 Desember, IHSG Diproyeksi Tetap Menguat

IHSG menguat cukup signifikan pada perdagangan saham Kamis lalu.

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 02 Desember 2016, 06:24 WIB
IHSG menguat cukup signifikan pada perdagangan saham Kamis lalu.

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih melanjutkan penguatan pada perdagangan saham menuju akhir pekan ini.

Penguatan diyakni tetap terjadi meski pada hari ini akan berlangsung demo 2 Desember oleh sejumlah ormas.

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.180 dan resistance 5.257.

IHSG menguat cukup signifikan pada perdagangan saham Kamis lalu. IHSG naik 49,84 poin ke level 5.198,75. Penguatan IHSG ditopang sektor tambang dengan kenaikan 2,45 persen.

"Naiknya harga batubara mampu membuat optimisme pasar kembali mengarah pada produsen komoditas," kata dia Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Dia mengatakan, kenaikan IHSG juga ditopang oleh data makro ekonomi.

"Tingkat inflasi naik di atas ekspektasi akibat terdepresiasi mata uang rupiah sedangkan tingkat inflasi inti stabil dan justru turun di level 3,07 persen dari 3,08 persen menandakan kondisi ekonomi Indonesia di akhir tahun masih cukup terkendali," ujar dia.

Sementara, Bursa Asia ditutup cukup optimistis. Dia mengatakan, hal itu ditopang kenaikan harga minyak.

"Harga minyak naik 0,8 persen dan sempat kembali di atas US$ 50 per barrel," tandas dia.

Sebagai tambahan, pada perdagangan saham kemarin ada sebanyak 145 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

Sedangkan 145 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG ke level yang lebih tinggi.

Di luar itu, 102 saham diam di tempat. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.211,92 dan terendah 5.168,06.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 337.930 kali dengan volume perdagangan 14,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 7,1 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Hanya ada dua sektor yang melemah yaitu industri dasar yang turun 0,31 persen dan kontruksi yang melemah 0,66 persen.

Sektor saham pertambangan naik 2,45 persen, dan memimpin penguatan terbesar. Diikuti sektor saham aneka industri yang naik 1,77 persen dan sektor saham brang konsumsi yang naik 1,55 persen. (Amd/Nrm)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya