Sering Meluap, Saluran Air Warisan Belanda di Serang Dibongkar

Gorong-gorong peninggalan Belanda yang terbuat dari batu bata merah itu dibongkar untuk diperlebar.

oleh Yandhi Deslatama diperbarui 26 Nov 2016, 09:06 WIB

Liputan6.com, Serang - Pemerintah Kota Serang, Banten membongkar saluran pembuangan air bawah tanah peninggalan Belanda. Gorong-gorong sepanjang 10 meter itu terletak di Jalan Kapten Swardo, Desa Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang yang dipercaya sebagai jalan sejarah Kesultanan Banten.

Gorong-gorong yang terbuat dari batu bata merah itu dibongkar untuk diperlebar.

"Itu buatan Belanda, di alun-alun juga ada gorong-gorong kaya gitu. Ini gorong-gorong sampai pembuangan air ke Sungai Cibanten. Panjang (total) nya 250 meter," kata Albert, penanggung jawab pengerjaan pelebaran gorong-gorong kuno, saat ditemui di lokasi pengerjaan, Serang, Jumat 25 November 2016.

Menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Serang telah mengajukan pembongkaran itu sejak 8 tahun lalu. Sempitnya pintu gorong-gorong tersebut membuat desa sekitar banjir ketika hujan tiba.

"Ini permohonan delapan tahun lalu, karena di (desa) Calung setiap tahun banjir, pintu gorong-gorong itu sempit. Makanya kita perlebar. Itu sudah menumpuk sampah, jadi kita perlebar untuk memperlancar air," tegas Albert.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya