Liputan6.com, Jakarta “Kamu pakai gaun, kamu ditemani hewan peliharaan, tentu saja kamu seorang putri,” kata Maui, si manusia setengah dewa dengan gayanya yang menyebalkan.
“Aku bukan putri. Aku adalah anak kepala suku!” ujar Moana, membalas perkataan Maui dengan sengit.
Advertisement
Ya, Moana, tokoh utama dalam film animasi terbaru garapan Disney yang baru saja rilis ini, sepertinya punya hak untuk membantah orang yang menyebutnya sebagai seorang putri. Apalagi, ia memang berbeda jauh dari tipikal putri Disney.
Satu hal yang paling mendasar, Moana bukanlah cerita soal gadis muda yang bertemu dengan pria pujaannya. Moana adalah kisah seorang gadis yang tengah mencari makna dan tujuan hidupnya di dunia ini.
Moana (Auli'i Cravalho) adalah putri dari seorang kepala suku di pulau tropis yang sejak kecil terpesona pada laut. Sayang sang ayah selalu melarangnya berdekatan dengan laut lepas. Menurut sang kepala suku, hidup mereka telah digenapi oleh segala hasil kebun di pulau. Tak perlu menyusuri laut yang penuh dengan bahaya. Namun satu ketika, malapetaka hadir di pulau mereka.
Hasil panen gagal, ikan yang ditangkap di tepi pantai menghilang. Moana mempercayai kisah turun temurun dari sang nenek (Rachel House) bahwa bala ini datang karena sang ibu bumi, Te Fiti, telah kehilangan hatinya—sebuah batu hijau penuh tuah. Menurutnya, satu-satunya cara mencegah bencana meluas, adalah mengembalikan jantung tersebut pada Te Fiti.
Membangkang dari perintah ayahnya, Moana kemudian nekat berlayar di laut lepas.Tak hanya memenuhi panggilan jiwanya, ia juga meminta bantuan pada manusia setengah dewa bernama Maui yang kini hidup terasing untuk mengembalikan jantung Te Fiti.