Liputan6.com, Jakarta: Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) optimistis akan terjadi kenaikan volume ekspor sebesar 3-5 persen. Sementara tujuan ekspor Indonesia masih terfokus pada negara Amerika, Eropa, Jepang, dan Singapura. Demikian dikemukakan Kepala BPEN Gusmardi Bustami di Jakarta, Jumat (04/01).
Sementara itu, hingga Desember 2001 ekspor Indonesia senilai US$ 43,5 miliar atau turun sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu dipicu tragedi World Trade Center dan Pentagon, Amerika Serikat, 11 September silam. Namun, tahun ini diperkirakan nilai ekspor Indonesia naik menjadi US$ 45 miliar. Hal ini selain karena perkembangan perekonomian semakin membaik juga kontrak penjualan ke sejumlah negara mulai memasuki masa-masa akhir pengiriman. Dengan demikian, eksportir akan memperbaharui kontrak baru.
Komoditi Indonesia yang diminati negara tujuan impor di antaranya sepatu, garmen, furniture, dan barang perlengkapan rumah tangga. Untuk mendorong ekspor, pemerintah juga sedikitnya akan menggelar 45 promosi dagang ke puluhan negara tahun ini.(YYT/Christiyanto dan Gatot Setiawan)
Sementara itu, hingga Desember 2001 ekspor Indonesia senilai US$ 43,5 miliar atau turun sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu dipicu tragedi World Trade Center dan Pentagon, Amerika Serikat, 11 September silam. Namun, tahun ini diperkirakan nilai ekspor Indonesia naik menjadi US$ 45 miliar. Hal ini selain karena perkembangan perekonomian semakin membaik juga kontrak penjualan ke sejumlah negara mulai memasuki masa-masa akhir pengiriman. Dengan demikian, eksportir akan memperbaharui kontrak baru.
Komoditi Indonesia yang diminati negara tujuan impor di antaranya sepatu, garmen, furniture, dan barang perlengkapan rumah tangga. Untuk mendorong ekspor, pemerintah juga sedikitnya akan menggelar 45 promosi dagang ke puluhan negara tahun ini.(YYT/Christiyanto dan Gatot Setiawan)