Pakai Teknologi Baru Keandalan PLTGU Muara Karang Naik

PLTGU Blok 1 Muara Karang mulai beroperasi 1992, dengan turbin gas GE MS9001 tipe PG9161E.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 22 Nov 2016, 11:17 WIB

Liputan6.com, Jakarta PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Pembangkitan Muara Karang memanfaatkan teknologi baru guna meningkatkan keandalan pasokan listrik dengan memakai gas turbin seri 9E3-series.

General Manager PT PJB UP Muara Karang, Rahmat  Azwin, mengatakan, hal ini bisa dilihat pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang ‎yang mengalami kenaikan Daya Mampu Netto (DMN) 16,3 Megawatt (MW) pada siang hari dari 90,53 MW menjadi 106,83 MW, dan meningkat 19,5 MW pada malam hari dari 90,53 MW menjadi 110 MW.

"Selain itu juga berhasil menekan NPHR sebesar 296 kCal/kWh dibanding sebelum upgrade," kata Rahmat, di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, keberhasilan upgrade gas turbin PLTGU Blok I Muara Karang memberikan kontribusi terhadap perusahaan berupa peningkatan pendapatan dari kesiapan pembangkit setara Rp 13,9 miliar per-tahun, serta peningkatan efisiensi pemakaian bahan bakar setara Rp 129,7 per kWh.

PLTGU Blok 1 Muara Karang mulai beroperasi pada 1992, dengan turbin gas GE MS9001 tipe PG9161E.

Untuk perencanaan major inspection GT13 pada 2016, perlu dilakukan pembelian Hot Gas Path Parts (HGPP) baru karena life time hotparts yang ada sudah habis.

Berdasarkan kajian teknis dan ekonomis, melakukan implementasi teknologi baru menggunakan gas turbin seri 9E3 series (Advanced Extendor Combustor dan Advanced Gas Path), lebih menguntungkan dibandingkan membeli HGPP tipe standard (PG9161E).

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari upgrade gas turbin dengan teknologi baru ini antara lain, meningkatkan power output (MW). Kemudian meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar. Selain itu, dapat meningkatkan kesiapan operasi  dengan memperpanjang durasi antar inspection dari 8.000 EOH menjadi 32.000 EOH.

Dalam jangka waktu 12 tahun, upgrade gas turbin ini dapat mengurangi durasi pemeliharaan dari 198 hari menjadi hanya 80 hari, dengan rincian durasi untuk combustion inspection 10 hari, hot gas path inspection 21 hari, serta major inspection 38 hari.

"Ini artinya, terjadi optimasi biaya operasi dan pemeliharaan yang berujung pada kontribusi peningkatan laba perusahaan yang cukup  besar, " dia menjelaskan.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat dan Lampung PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin menyambut baik inisiatif PT PJB dalam upgrade gas turbine PLTGU Blok I Muara Karang.

“Inisiatif perbaikan kinerja yang memberikan added value seperti ini harus selalu dicari dan diupayakan. Jangan ragu untuk mengambil inisiatif perbaikan yang bersifat operasional yang punya dampak secara korporasi,” tutup Murtaqi. (Pew/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya