Unik, Cara Berjualan Pedagang Roti Bakar Tunarungu di Jogja

Seorang pedagang roti bakar tunarungu dan tunawicara di Yogyakarta memiliki cara unik dalam berjualan. Seperti apa?

oleh Sulung Lahitani diperbarui 17 Nov 2016, 14:31 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki keterbatasan tidak menjadi alasan bagi beberapa orang untuk berkarya dan bekerja. Malahan, keterbatasan yang mereka miliki terkadang membuat mereka lebih kreatif. Seperti dalam kisah berikut ini.

Seorang pengguna Facebook bernama Boby Lamanepa menuturkan kisahnya saat bertemu dengan penjual roti bakar tunarungu dan tunawicara. Menurut Boby, meski sang penjual memiliki keterbatasan, tidak menjadi halangan bagi pria tersebut untuk mencari nafkah.

Boby juga mengunggah foto pengumuman yang dibuat si penjual untuk para pembelinya.

"Mohon Maaf, Saya Penyandang Tunarungu dan Tunawicara.

Kalau Anda ingin memesan roti, silakan tulis di buku saja, ya.

Terima kasih atas kunjungan Anda dan saya mohon maaf kalau pelayanan saya kurang di hati pembeli sekalian.

Terima Kasih."

Kerendahan hati dan semangat berjuang si penjual menyentuh hati Boby dan warganet yang mengomentari foto yang diunggah. Boby pun mengajak masyarakat untuk membeli roti bakar si penjual yang cukup enak.

Menurut Boby, penjual roti bakar tunarungu dan tunawicara itu berjualan di sekitar jembatan Gajang Wong, di dekat Museum Affandi, Yogyakarta.

Posting-an Boby tersebut telah dibagikan lebih dari 900 kali dan disukai lebih dari 900 kali. Warganet pun mengacungi jempol atas kegigihan si penjual yang tidak menjadikan kekurangannya sebagai alasan untuk meminta-minta.

 

Bagaimana menurut Anda?

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya