Facebook Janji Akan Hentikan Peredaran Informasi Palsu

Sejumlah orang meyakini Facebook memainkan peran 'berbahaya' dalam pemilihan presiden, karena banyaknya informasi palsu yang beredar.

oleh Andina Librianty diperbarui 14 Nov 2016, 09:04 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah orang meyakini Facebook memainkan peran 'berbahaya' dalam pemilihan presiden. Pasalnya, banyak orang menyebarkan berita palsu untuk mendukung kandidat pilihan mereka dan menjelakkan lawannya.

Menurut catatan Business Insider, Senin (14/11/2016), Facebook dengan algoritma News Feed diatur untuk berusaha dan memperlihatkan berbagai hal yang disukai penggunanya.

Misalnya saja seperti laporan Buzzfeed, yang mendokumentasikan bagaimana para pendukung Donald Trump ditipu dengan serangan berita palsu yang dihasilkan oleh lebih dari 100 website pro-Trump yang dijalankan dari sebuah kota di Eropa Timur.

Hal semacam itu disebut sebagai "filter bubble". Artinya, kita akan melihat berbagai hal yang sesuai dengan yang disukai, dan tidak akan melihat berita serta hal lain yang mungkin dapat mengubah cara pandang.

Namun Facebook membantah bahwa pihaknya bertanggung jawab atas ketimpangan berita di News Feed, karena layanan itu bukan organisasi berita atau perusahaan media.

VP Product Management Facebook, Adam Mosseri, menegaskan Facebook berusaha bekerja lebih baik dalam menyaring berbagai hal palsu. Namun ia menyadari ada begitu banyak hal yang harus dilakukan.

"Kami sangat serius menangani kesalahan informasi di Facebook. Kami menghargai komunikasi asli dan secara konsisten mendengarkan pengguna Facebook bahwa mereka tidak ingin melihat informasi palsu," katanya.

Mosseri pun menegaskan, Facebook menggunakan berbagai sinyal berdasarkan tanggapan komunitas untuk menentukan postingan yang kemungkinan berisi informasi yang tidak akurat dan mengurangi penyebarannya.

"Di luar upaya itu, kami memahami ada begitu banyak hal yang harus dilakukan dan karena itu sangat penting bagi kami untuk tetap meningkatkan kemampuan mendeteksi informasi palsu. Kami berkomitmen terus menangani isu ini dan meningkatkan pengalaman di platform kami," jelas Mosseri.

(Din/Cas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya