Warga Bengkulu Tanam Pisang di Jalan Aspal

Ada warga meninggal di jalanan yang ditanami pisang.

oleh Yuliardi Hardjo Putro diperbarui 08 Nov 2016, 23:00 WIB
Warga Bengkulu protes jalan rusak dengan tanam pisang (Liputan6.com / Yuliardi Hardjo Putro)

Liputan6.com, Bengkulu - Kondisi jalanan dalam Kota Bengkulu yang saat ini banyak berlubang diprotes warga dengan menanam pohon pisang di atas aspal jalan.

Beberapa ruas jalan bahkan mengganggu para pelintas. Salah satunya di jalan protokol Pangeran Natadirja dekat dengan rumah dinas Wakil Gubernur Bengkulu.

Ketua RT 02, Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu, Supratman Viewan, mengatakan, warga sengaja menancapkan pohon pisang di atas aspal jalan karena sudah sangat lama lubang jalan itu tidak ditutupi.

"Sudah banyak korban, bahkan ada yang meninggal dunia di sini," ujar Supratman di Bengkulu, Selasa (8/11/2016).

Warga berharap pemerintah Provinsi Bengkulu segera melakukan perbaikan, sebab sebagai jalan utama ini sering dilintasi para pejabat setingkat gubernur, kapolda hingga tamu negara yang berkunjung ke Bengkulu.

Selain menanam pisang, warga juga membuat rambu jalan sendiri menggunakan kertas bekas kardus minuman mineral. Sebab pada putaran dan tikungan jalan, tidak diberikan rambu yang seharusnya bisa digunakan pengguna jalan sebagai petunjuk.

"Ini juga satu lagi yang harus diperhatikan gubernur, rambu jalan tidak ada. Kami berinisiatif saja membantu pengguna jalan supaya bisa nyaman," kata Supratman.

Salah seorang pengguna jalan, Agung Okiarlis, mengaku sering terperosok ke dalam lubang saat melintas di Jalan Pangeran Natadirja terutama saat malam hari.

"Pohon pisang ini sebagai tanda, sering saya terperosok, jika gubernur tidak memperbaiki segera, korban bisa lebih banyak berjatuhan," ujar Agung.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya