Liputan6.com, London - Dalam jagat sepak bola Inggris, 3-4-3 bukan formasi yang familiar dan digemari. Itu adalah formasi yang kerap diterapkan dalam sepak bola Italia. Banyak yang menilai formasi tersebut tak cocok dengan gaya bermain di Inggris.
Hal itu bisa dimaklumi mengingat sepak bola Inggris selalu mengandalkan kecepatan yang berujung pada serangan balik cepat untuk menghabisi pertahanan lawan. Dalam kondisi itu, empat pemain bertahan sangat dibutuhkan untuk menghadapi serangan balik lawan.
Namun, Antonio Conte mencoba untuk menjadi anti mainstream setelah menjadi pelatih Chelsea. Ia mencoba menerapkan apa yang sudah dilakukannya bersama Juventus pada 2011 hingga 2014. Ya, ia mencoba untuk lebih berani dalam hal formasi.
Ya, pelatih asal Italia tersebut akhirnya menggunakan formasi 3-4-3 untuk Chelsea usai menelan kekalahan 0-3 dari Arsenal pada pekan keenam Liga Inggris 2016/2017 di Emirates Stadium, 24 September 2016. Di awal, banyak yang meragukan keberanian Conte tersebut.
Advertisement
Faktanya, keberanian Conte itu justru membuat permainan The Blues semakin sempurna. Tengok saja apa yang sudah dilakukan Chelsea dalam lima laga terakhir Liga Inggris. Kemenangan beruntun mampu diukir Chelsea di lima laga tersebut.
Bahkan, gawang Thibaut Courtois tak pernah lagi kebobolan di lima laga itu. Total, mereka juga menceploskan 16 gol. Terkini adalah kemenangan 5-0 atas Everton pada pekan ke-11 di Stamford Bridge, Sabtu (5/11/2016).