Liputan6.com, Jakarta- Persahabatan yang sangat erat. Seperti itulah hubungan yang terjalin antara Bastian Schweinsteiger dan Holger Badstuber. Sewaktu sama-sama berkostum Bayern München, keduanya kerap menghabiskan waktu bersama. Maklum, rumah mereka hanya berjarak 100 meter. Dalam banyak kesempatan, saat jalan dengan pacarnya kala itu, Sarah Brandner, Schweinsteiger kerap mengajak serta Badstuber.
Kini, ketika panji yang dibela tak lagi sama, persahabatan itu tidak pudar. Saat melangsungkan pernikahan dengan Ana Ivanovic, Schweinsteiger hanya mengundang sedikit pemain Bayern. Badstuber salah satunya. Sayangnya, sang defender tak bisa hadir karena harus fokus pada upaya pemulihan pascacedera.
Basti dan Holgi juga terus menunjukkan dukungan bagi satu sama lain. Kala Basti melakoni laga terakhir bersama timnas Jerman dan merayakan ulang tahun ke-32, Badstuber tak lupa mengucapkan selamat lewat media sosial. Basti melakukan hal yang sama saat Badstuber melakukan comeback pascacedera.
Basti dan Holgi memang memiliki banyak persamaan. Keduanya sama-sama didikan akademi Bayern, sama-sama melakoni debut saat masih terbilang belia, sama-sama pula jadi favorit fans. Terakhir, mereka sama-sama bermental baja dan punya kesabaran luar biasa.
Akhir Oktober lalu, tepatnya 26 Oktober 2016, Badstuber mengakhiri penantian 259 hari. Saat laga kontra FC Augsburg menyisakan waktu sepuluh menit, dia kembali menjalani comeback. Para fans Bayern memberikan tepukan tangan meriah ketika dia masuk menggantikan Mats Hummels.
Itu adalah comeback keempat yang dilakukan Badstuber di laga resmi sejak cedera lutut akut diderita pada awal Desember 2012. Dia tak pernah putus asa meski harus jatuh-bangun, cedera, comeback, cedera, comeback, cedera, comeback, cedera lagi, comeback lagi.
Itu terbilang istimewa karena Badstuber berada di Bayern yang punya catatan buruk soal pemain yang didera cedera bertubi-tubi. Sebastian Deisler pada 2007 memutuskan pensiun muda karena depresi oleh cedera yang seolah tak pernah mau pergi. Empat tahun berselang, Breno berlaku lebih parah. Bek asal Brasil itu sampai membakar rumahnya sendiri. Akibatnya, dia harus mendekam di penjara.
Badstuber tak menunjukkan hal itu. Setiap kali cedera, dia selalu memperlihatkan tekad kuat untuk kembali pulih. Dia selalu penuh semangat dan tak kenal lelah menjalani program rehabilitasi cedera yang sungguh membosankan. Rabu, 26 Oktober lalu itu, dia kembali menunjukkan bahwa keuletan dan kesabaran lagi-lagi membawanya pada kemenangan.
Advertisement