Demo 4 November Berpotensi Ganggu Ekonomi?

Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai rencana demo 4 November membuat masyarakat tahan diri berkegiatan di luar rumah.

oleh Septian Deny diperbarui 03 Nov 2016, 10:50 WIB
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi dunia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada Jumat 4 November 2016  akan berdampak pada kegiatan ekonomi dan bisnis di ibu kota. Bahkan aksi ini berpotensi menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, rencana demonstrasi ini membuat orang menahan diri untuk berkegiatan di luar rumah dan kantor. Akibatnya, aktivitas di pusat-pusat perdagangan dan ekonomi akan menurun.

‎"Bisa dibayangkan kalau pada tanggal 4 itu orang takut keluar rumah, pusat-pusat belanja tutup. Orang tidak ada ke kafe, ke hotel, transaksi keuangan juga tidak jalan, kita dirugikan berapa banyak," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Dia mencontohkan, pada peristiwa bom Thamrin yang terjadi pada Januari 2016 lalu, memberikan dampak pada kegiatan ekonomi selama empat hari. Akibatnya potensi perputaran uang hingga ‎ratusan miliar rupiah hilang.

‎"Kita lihat saat kejadian bom Thamrin, dampaknya masih berlangsung sampai 4 hari, orang takut keluar rumah, pusat belanja sepi. Berapa ratus miliar kita kehilangan‎," kata dia.

‎Selain itu menurut Sarman, jika perekonomian di Jakarta terganggu, dampaknya bukan hanya terasa di ibukota, tetapi juga ke seluruh wilayah Indonesia. Sebab, 60 persen ekonomi Indonesia ada di Jakarta.

‎"Yang jelas secara nasional 60 persen ada di Jakarta, jadi kerugian besar sekali.‎ Bagi pengusaha rasa was-was pasti ada, karena bagaimana pun Jakarta ini kota jasa. Artinya situasi dan kondisi Jakarta sangat berpengaruh pada ekonomi kita," ujar dia. (Dny/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya