Liputan6.com, Jakarta: Sekelompok penabuh drum dan murid perguruan bela diri di Cina menggelar atraksi pergantian tahun, Senin (31/12). Tradisi ini sudah turun temurun sejak 16 abad silam.
Atraksi dilanjutkan para remaja dari berbagai perguruan bela diri Wushu dengan memanjat menara drum setinggi 200 meter di kompleks Istana Kekaisaran Beijing. Lokasi ini dikenal sebagai penunjuk waktu bagi rakyat yang menandai pergantian tahun.
Para murid Wushu itu kemudian menabuh 25 drum berukuran garis tengah 1,6 meter. Sesuai ritual mereka memukulinya 108 kali. Konon jumlah pukulan itu adalah angka keberuntungan. Sedangkan 25 drum menurut kepercayaan Cina melambangkan pergantian musim dan cuaca. Setelah menabuh drum dilanjutkan dengan atraksi Wushu.
Atraksi menabuh drum dan Wushu sempat populer di Cina sejak 1272 Masehi. Namun, kemudian dilarang pemerintah sejak 1924. Mulai tahun ini atraksi tersebut dibangkitkan kembali sebagai daya tarik pariwisata.(YYT/Jsi)
Atraksi dilanjutkan para remaja dari berbagai perguruan bela diri Wushu dengan memanjat menara drum setinggi 200 meter di kompleks Istana Kekaisaran Beijing. Lokasi ini dikenal sebagai penunjuk waktu bagi rakyat yang menandai pergantian tahun.
Para murid Wushu itu kemudian menabuh 25 drum berukuran garis tengah 1,6 meter. Sesuai ritual mereka memukulinya 108 kali. Konon jumlah pukulan itu adalah angka keberuntungan. Sedangkan 25 drum menurut kepercayaan Cina melambangkan pergantian musim dan cuaca. Setelah menabuh drum dilanjutkan dengan atraksi Wushu.
Atraksi menabuh drum dan Wushu sempat populer di Cina sejak 1272 Masehi. Namun, kemudian dilarang pemerintah sejak 1924. Mulai tahun ini atraksi tersebut dibangkitkan kembali sebagai daya tarik pariwisata.(YYT/Jsi)