Top 3: Duel Maut Nenek Pemberani dengan Perampok Sadis

Namun, perlawanan Lili harus berakhir saat Arif si perampok sadis mengeluarkan celurit dari balik bajunya.

oleh Moch Harun SyahNafiysul QodarNanda Perdana Putra diperbarui 25 Okt 2016, 18:56 WIB
Namun perlawanan Lili harus berakhir saat Arif si perampok mengeluarkan celurit dari balik bajunya

Liputan6.com, Jakarta - Di usianya yang sudah setengah abad, nenek Liliana terbilang berani melawan perampok hanya dengan menggunakan tangan kosong.

Insiden tersebut terjadi saat ia baru saja menutup toko ponselnya di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat 14 Oktober, sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun, perlawanan Lili harus berakhir saat Arif si perampok mengeluarkan celurit dari balik bajunya. Tas berwarna merah muda yang berusaha dipertahankan korban akhirnya berhasil dibawa pelaku.

Aksi nenek Lili melawan perampok ini menjadi berita yang paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal News, Selasa (25/10/2016). 

Kabar lainnya yang juga tak kalah menarik mengenai kemunculan Amir dalam sidang duplik Jessica Wongso, yang mengaku melihat pertemuan Arief Setiawan Soemarko dengan barista Kafe Olivier Rangga, sehari jelang kematian Mirna.

Berita tentang mendiang suami Wayan Mirna Salihin yang terganggu dengan tudingan Amir Papalia ini juga menyedot banyak pembaca.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 News: 

1. Aksi Nenek Lawan Perampok Sadis hingga Tewas di Penjaringan

(Liputan6.com/Moch Harun Syah)

Nenek 56 tahun bernama Liliana nekat melawan perampok yang hendak merapas tasnya. Duel maut antara nenek Lili, sapaan akrabnya dengan perampok bernama Arif terjadi di depan toko ponsel di Jalan Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Bermula ketika Lili baru saja menutup toko ponselnya sekitar pukul 22.50 WIB. Tak lama berselang, Arif yang sudah memantau pergerakan Lili, langsung merampas tasnya. Saat itu Lili hendak pulang naik sepeda motornya.

Namun, usaha Arif merampas tas Lili tak berjalan mulus. Sang nenek berusaha keras mempertahankan tasnya dari pria 30 tahun itu. Saling pukul antara keduanya pun tak terhindarkan.

Perlawanan Lili harus berakhir saat Arif mengeluarkan celurit dari balik pakaiannya. Sang nenek pun terkena sabetan celurit di punggungnya.

Selengkapnya...

2. Kemunculan Amir Jelang Vonis Jessica

Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso bersiap mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Pusat, Senin (17/10). Sidang beragendakan pembacaan nota replik Jaksa Penuntut Umum. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Amir belakangan ini tiba-tiba muncul pada akhir persidangan Jessica. Pria yang mengaku wartawan Polri itu, pun mendadak jadi sorotan publik, seiring keterangannya yang dituangkan dalam berkas duplik Jessica, terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

Amir sebelumnya mengaku sempat melihat dua orang seperti dalam keterangannya pada sehari jelang kematian Wayan Mirna Salihin. Pria mirip suami Mirna, Arief Setiawan Soemarko dan barista Kafe Olivier, Rangga, diakuinya terlihat bertemu di depan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada 5 Januari 2016 pada pukul 15.50 WIB.

‎"Pada jam 4 sore kurang 10 menit, saya melihat yang mirip Arief dan mirip Rangga. Saya melihat di depan Sarinah," kata Amir.

Dalam dupliknya, Jessica Wongso mengaku mendapat informasi jika Arief Soemarko itu pernah bertemu pelayan Kafe Olivier.

"Ada salah satu orang Mochtar Amir mengaku melihat Arif (suami Mirna) memberikan bungkusan plastik hitam ke kepada Rangga, sehari sebelum Mirna meninggal (Selasa, 5 Januari 2016). Tepatnya jam 15.50," ujar Jessica. 

Selengkapnya...

3. Disebut Racuni Mirna, di Mana Arif Sebelum Insiden Kopi Sianida?

Suami Mirna Salihin, Arief Sumarko. (Liputan6.com/Muslim AR)

Arif Soemarko, suami mendiang Wayan Mirna Salihin terganggu dengan tudingan Amir Papalia. Amir yang menyebut dirinya wartawan Mabes Polri itu mengaku melihat Arif bertemu barista Kafe Olivier sehari sebelum kematian Mirna.

Arif mengatakan, saat itu, Selasa 5 Januari 2016, ia tengah bersama saudaranya di sebuah apartemen sekitar pukul 15.00-16.00 WIB. Selanjutnya, dia mengantarkan Mirna ke rumah rekannya untuk membuat dekorasi.

"Terus di situ kami pergi ke rumahnya di Sunter karena Mirna mau dekorasi temannya yang punya baby shower," ujar Arief dalam jumpa pers di bilangan Senayan, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Arif juga menegaskan kalau dirinya tidak mengenal Rangga sebelum kematian Mirna. Dia baru mengetahui sosok Rangga setelah mengikuti penyidik melakukan rekonstruksi di kafe tersebut.

"Saya tidak pernah mengenal Rangga dan tidak pernah berkunjung ke Kafe Olivier sebelum kejadian. Saya baru kenal Rangga setelah rekonstruksi," tandas Arif.

Selengkapnya...

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya