Menperindag: Ekspor Indonesia pada 2001 Merosot

Dengan nilai tukar rupiah yang masih di kisaran Rp 10 ribu, volume ekspor Indonesia pada 2001 menurun. Indonesia harus lebih agresif melirik pasar ekspor lain untuk meningkatkan ekspor pada 2002.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Desember 2001, 18:41 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Soewandi membenarkan bahwa ekspor Indonesia ke sejumlah negara tujuan mengalami penurunan cukup besar. Tapi, Menperindag optimistis volume ekspor nasional pada 2002 akan lebih baik ketimbang tahun ini. Asalkan, Indonesia harus lebih agresif melirik pasar ekspor lain. Demikian dikatakan Memperindag, seusai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pondok Pesantren Hunayain dan produsen sepeda motor, di Jakarta, Sabtu (29/12).

Rini mengakui, dengan nilai tukar rupiah yang tak beranjak dari kisaran Rp 10 ribu, volume ekspor dalam negeri menurun. Kendati demikian, menurut Rini, hal itu masih cukup baik, meski ekspor sejumlah produk, seperti baja dan udang laut, khususnya ke Amerika Serikat mengalami penurunan. Sebaliknya, Rini mengungkapkan, budi daya udang justru meningkat dengan nilai ekspor mencapai lebih dari US$ 100 juta. Itulah sebabnya, Rini optimistis volume ekspor Indonesia pada 2002 akan lebih baik dibanding 2001. Ini, tentu saja jika Indonesia menggalakan ekspor ke negara lain.

Rini menambahkan, sejauh ini, sejumlah produk Indonesia, di antaranya pertanian masih tetap kompetitif di pasar negara yang menjadi tujuan ekspor, seperti Singapura, Jepang, dan AS. Karena itu, Rini menekankan agar menyadari potensi dalam negeri yang perlu digali lebih keras untuk mendongkrak ekspor pada tahun depan.(AWD/Donny Kurniawan dan Zakaria)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya