Pelestari Sasandu dari Pulau Rote

Jack HA Bullan, warga Pulau Rote, NTT, sangat mencintai alat musik sasandu. Selain memainkan dan memproduksi, ia juga mengajarkan sasandu yang sebagian besar muridnya adalah orang asing.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Februari 2010, 12:18 WIB
Liputan6.com, Rote: Suaranya merdu. Mirip harpa. Tapi sebenarnya lebih komplit karena rythm, bass, dan melodi bisa dimainkan sekaligus. Banyak yang mengenalnya dengan nama Sasando, tapi bukan itu namanya. Warga Pulau Rote, Nusatenggara Timur, menyebutnya sasandu. "Orang tidak tahu kalau disebut sasando," jelas Jack HA. Bullan, pemain dan pembuat sasandu, Ahad (7/2). Sasandu sendiri berarti dipetik.

Sasandu sudah lama ditekuni Jack HA Bullan, warga Pulau Rote. Yakni 25 tahun. Sebagai generasi terakhir pemain sasandu, Jack terus berupaya mengenalkan alat musik khas Pulau Rote itu kepada dunia. Sedikitnya tujuh negara sudah Jack kunjungi yaitu di benua Asia, Eropa, dan Amerika.

Pria lulusan Sekolah Menengah Pertama itu tak sekadar bermain sasandu. Enam tahun terakhir Jack juga mengajar sasandu. Ia memiliki sekitar 100 murid yang sebagian besar justru adalah orang asing. Seorang di antaranya bernama Isabella Nyssa Amelia, siswa kelas 2 Sekolah Menengah Atas yang baru belajar lima bulan.

Pernah suatu ketika di sela-sela pentas, Jack memodifikasi sasandu elektrik 34 senar. Daun lontar dan kayu cendana sebagai bahan bakunya didatangkan langsung dari Kupang, NTT. Dalam waktu dua pekan, ia bisa membuat sasandu dengan harga antara Rp 2 juta hingga Rp 15 juta.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya