Liputan6.com, Jakarta: Modernisasi di PT Kereta Api Indonesia dari manual ke elektris seharusnya diikuti keterampilan teknis dan kesiapan mental masinis. Namun, dengan tabrakan kereta di Brebes, Jawa Tengah antara Kereta Empu Jaya dan Gaya Baru Malam berarti bukan hanya ada masalah dengan masinis tetapi juga ada persoalan yang belum terpecahkan di PT KAI. Demikian dikemukakan mantan Direktur Utama Perumka (sekarang PT KAI) Anwar Supriyadi dalam dialog Liputan 6 SCTV yang dipandu Bayu Sutiyono, Jumat (28/12) petang.
Anwar menghargai pengunduran diri Dewan Direksi PT KAI. Namun, menurut Anwar pengunduran diri saja tidak cukup. Karena itu, harus diikuti dengan perbaikan yang menyeluruh. Sebab, Anwar melanjutkan, masalah kecelakaan di kereta api tidak mungkin bersifat tunggal melainkan cukup kompleks.
Sementara itu, mengenai pengunduran diri Direksi PT KAI sebenarnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Edie Haryoto juga melakukan hal yang sama Mei 2000. Edie saat itu mengundurkan diri karena selama kepemimpinannya diwarnai sejumlah kecelakaan kereta. Namun saat itu tidak terjadi pengunduran bedol direksi seperti yang terjadi sekarang.
Mengomentari tentang banyaknya kecelakaan yang menimpa kereta ekonomi, menurut Anwar, karena kalah prioritas dengan kereta eksekutif. Hal ini cukup beralasan karena PT KAI juga sebagai perusahaan komersial. Namun, seharusnya masalah keselamatan penumpang tidak harus ada pilih kasih.(YYT)
Anwar menghargai pengunduran diri Dewan Direksi PT KAI. Namun, menurut Anwar pengunduran diri saja tidak cukup. Karena itu, harus diikuti dengan perbaikan yang menyeluruh. Sebab, Anwar melanjutkan, masalah kecelakaan di kereta api tidak mungkin bersifat tunggal melainkan cukup kompleks.
Sementara itu, mengenai pengunduran diri Direksi PT KAI sebenarnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Edie Haryoto juga melakukan hal yang sama Mei 2000. Edie saat itu mengundurkan diri karena selama kepemimpinannya diwarnai sejumlah kecelakaan kereta. Namun saat itu tidak terjadi pengunduran bedol direksi seperti yang terjadi sekarang.
Mengomentari tentang banyaknya kecelakaan yang menimpa kereta ekonomi, menurut Anwar, karena kalah prioritas dengan kereta eksekutif. Hal ini cukup beralasan karena PT KAI juga sebagai perusahaan komersial. Namun, seharusnya masalah keselamatan penumpang tidak harus ada pilih kasih.(YYT)