Pejabat Korea Utara di Beijing Diduga Membelot

Sebuah sumber tak bernama mengabarkan seorang pejabat kedutaan Korut yang bertugas di Beijing telah membelot dan meminta suaka ke Jepang.

oleh Citra Dewi diperbarui 06 Okt 2016, 09:46 WIB
Bendera Korea Utara (Reuters)

Liputan6.com, Beijing - Seorang pejabat kedutaan Korea Utara yang bertugas di Beijing telah membelot. Demikian seperti dikabarkan kantor berita Yonhap asal Korea Selatan yang mengutip sebuah sumber tanpa nama.

Menurut sumber tersebut, pejabat Korut di kedutaan Beijing yang berkaitan dengan Kementerian Kesehatan Korea Utara itu menghilang bersama keluarganya pada akhir September.

Sumber itu menambahkan, pejabat tersebut bertanggung jawab mengambil pasokan kesehatan untuk sebuah klinik di Pyongyang yang khusus melayani Kim Jong-un dan keluarganya.

Sementara itu Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan, pihaknya tak dapat mengonfirmasi laporan tersebut. Demikian seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (6/10/2016).

Dalam laporan terpisah yang dikabarkan JoongAng Ilbo, dua staf kedutaan Korut di Beijing telah mencari suaka ke Jepang. Surat kabar Korsel itu mengutip sebuah sumber tanpa nama yang mengatakan bahwa dua pejabat itu bukan diplomat, namun terkait dengan kantor pemerintahan Korut.

Juru bicara utama pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, membantah adanya permintaan suaka dari Korea Utara.

"Tak ada kebenaran dalam laporan yang mengatakan bahwa warga Korea Utara yang mencari suaka telah menghubungi kedutaan Jepang, dan kami tak mengetahui situasi apapun tentang keinginan warga Korea Utara untuk membelot ke Jepang," ujar Suga dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan secara rutin.

Akhir-akhir ini Korut harus menghadapi sejumlah laporan menangani kasus pembelotan yang dilakukan pejabat dan militernya. Belum lama ini, Wakil Duta Besar Korut untuk Inggris, Thae Yong-ho menempuh langkah serupa.

Dalam pidatonya pada 1 Oktober lalu untuk menandai Hari Angkatan Bersenjata, Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menyerukan warga Korut untuk meninggalkan negara mereka dan membelot.

"Kami sangat menyadari realitas mengerikan yang Anda hadapi. Nilai-nilai universal, demokrasi, hak asasi manusia, dan kesejahteraan adalah hak berharga yang harus Anda nikmati juga," ujar Presiden Geun-hye dalam pidatonya.

"Kami akan terus membuka jalan bagi Anda untuk menemukan harapan dan sebuah kehidupan baru. Silahkan datang ke tanah kebebasan di Korsel kapanpun Anda inginkan," imbuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya