Liputan6.com, Jakarta: Penyebab tabrakan antara Kereta Api Empu Jaya dan Gaya Baru Malam di Brebes karena faktor kesalahan manusia. Kesalahan terletak pada masinis KA Empu Jaya yang berbuat lalai. Hal ini terungkap setelah Direksi PT Kereta Api Indonesia melakukan rapat teknis dengan sejumlah stafnya di Jakarta, Kamis (27/12).
Direktur Utama PT KAI Badar Zaini mengungkapkan, tak ada kesalahan teknis dari PT KAI karena semua sistem telah berjalan sesuai standar prosedur yang ada. Kecelakaan terjadi akibat kesalahan masinis Empu Jaya yang salah melihat sinyal. Seharusnya, ketika sinyal merah kereta tersebut berhenti bukan terus melaju.
Badar Zaini mengakui, memang ada kebiasaan buruk dari sebagian masinis yang terus menjalankan kereta padahal sinyal masih berwarna merah. Mereka selalu berasumsi bahwa setelah sinyal merah, rambu akan berubah warna menjadi hijau. Sedangkan yang terjadi pada KA Empu Jaya, kereta terus melaju walau sinyal masih merah. Akibatnya, Empu Jaya menabrak Gaya Baru Malam dan korban pun berjatuhan.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Direktur Utama PT KAI Badar Zaini mengungkapkan, tak ada kesalahan teknis dari PT KAI karena semua sistem telah berjalan sesuai standar prosedur yang ada. Kecelakaan terjadi akibat kesalahan masinis Empu Jaya yang salah melihat sinyal. Seharusnya, ketika sinyal merah kereta tersebut berhenti bukan terus melaju.
Badar Zaini mengakui, memang ada kebiasaan buruk dari sebagian masinis yang terus menjalankan kereta padahal sinyal masih berwarna merah. Mereka selalu berasumsi bahwa setelah sinyal merah, rambu akan berubah warna menjadi hijau. Sedangkan yang terjadi pada KA Empu Jaya, kereta terus melaju walau sinyal masih merah. Akibatnya, Empu Jaya menabrak Gaya Baru Malam dan korban pun berjatuhan.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)