Massa dari Indonesia Bergerak menggelar aksi menolak Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (22/9). Mereka membubuhkan cap jempol menggunakan darah sebagai simbol penolakannya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Sejumlah tanda tangan disertai cap jempol darah mewarnai aksi menolak Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (22/9). Aksi tersebut dilakukan oleh massa dari Indonesia Bergerak. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Massa dari Indonesia Bergerak menggelar aksi menolak Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (22/9). Mereka membubuhkan cap jempol menggunakan darah sebagai simbol penolakannya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Massa dari Indonesia Bergerak menunjukkan jarinya usai membubuhkan cap jempol darah ketika menggelar aksi menolak Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (22/9). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Massa dari Indonesia Bergerak berorasi untuk menolak Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (22/9). Mereka membubuhkan cap jempol menggunakan darah sebagai simbol penolakannya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Aksi massa dari Indonesia Bergerak menolak Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (22/9). Mereka membubuhkan cap jempol menggunakan darah sebagai simbol penolakannya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Spanduk menolak Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dibawa massa Indonesia Bergerak di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (22/9). Mereka membubuhkan cap jempol menggunakan darah sebagai simbol penolakannya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)