Istana Minta Pilkada DKI Tak Diwarnai Isu SARA

Pramono berharap pertarungan memperebutkan jabatan DKI 1 ini diisi dengan gagasan dan ide. Bukan soal SARA.

oleh Ahmad Romadoni Diterbitkan 20 September 2016, 18:19 WIB
Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dalam wawancara khusus bersama Liputan6.com dan SCTV, di kantornya, Jakarta, Kamis (9/6/2016). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Tahapan Pilkada Serentak dimulai esok hari. Partai politik sudah mengambil ancang-ancang untuk mengumumkan pasangan calon yang diusung.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan pemerintah akan mengawal berjalannya demokrasi di Indonesia agar berjalan dengan baik. Tak terkecuali yang menjadi sorotan saat ini, yakni Pilkada DKI Jakarta.

"Sehingga dengan demikian karena demokrasi itu bukan persoalan etnisitas, bukan persoalan agama, bukan persoalan apapun, tapi ya siapa yang kemudian dipilih oleh rakyat," jelas Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Pramono mengatakan, biarkan masyarakat memilih sendiri sosok pemimpin yang terbaik di setiap daerah. Pramono pun menyoroti Pilkada DKI Jakarta. Dia berharap pertarungan memperebutkan jabatan DKI 1 ini diisi dengan gagasan dan ide. Bukan soal SARA.

"Pertarungannya adalah pertarungan gagasan, ide, program. Bukan lagi persoalan suka enggak suka atau persoalan hal yang berkaitan dengan SARA. Ini negara demokrasi, ini negara pluralisme, negara kesatuan Republik Indonesia," ujar Pramono.

Dirinya memastikan, pemerintah akan mengawal dengan baik proses pilkada di seluruh Indonesia.

"Kalau pemerintah menjamin pasti aman," pungkas Pramono.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya