Liputan6.com, Jakarta Manajer Leicester City, Claudio Ranieri belum mau bicara blak-blakan soal kemungkinan bakal memainkan Islam Slimani melawan Club Brugge di babak penyisihan grup Liga Champions
Slimani menjadi pemain termahal milik Manchester City sepanjang sejarah. Pemain asal Aljazair ini datang dari klub Portugal, Sporting Lisbon dengan banderol 30 juta poundsterling. Menurut Ranieri, sang pemain bisa saja hilang dalam daftar susunan pemain karena alasan kebugaran.
Advertisement
Pada leg pertama, Leicester bertindak sebagai tim tamu pada pertandingan di Jan Breydelstadion, Rabu, (14/9/2016) atau Kamis dinihari WIB. Pemain 28 tahun ini baru saja kembali dari pertandingan internasional melawan Lesotho di Kualifikasi Piala Afrika 2017. Dia baru tiba di Leicester pada Jumat pekan lalu dan baru menjalani latihan selama dua hari sebelum pertandingan kontra Club Brugge.
Sejauh ini, Ranieri belum bersedia membocorkan komposisi susunan pemain untuk duel kontra Club Brugge."Sebenarnya, dia siap untuk bermain, tapi saya harus memilih 11 pemain untuk pertandingan ini," kata Ranieri sebagaimana dilansir dari Independent.co.uk.
Mengenai komposisi pemain, Ranieri baru mengambil keputusan jelang pertandingan. "Mungkin saja, kami bisa bermain dengan atau tanpa dia (Slimani). Ketika dia mengalami kelelahan, tentu saya akan merombak pemain lagi," sambung pelatih asal Italia ini.
Soal peluang menurunkan pemain asal Jepang, Shinji Okazaki untuk mengisi posisi Slimani. Tapi Ranieri belum mau berspekulasi. "Saya harus menunggu setelah sesi latihan berakhir," ujarnya.
Leicester akan mengawali kiprah di Liga Champions musim ini setelah musim lalu keluar sebagai juara Liga Premier Inggris. Bukan pertama kali, Leicester tampil di Eropa. The Foxes pertama kali manggung di ajang Eropa musim 1961/62. Sayang, Leicester sebatas menjadi tim penggembira. Pada Piala UEFA (kini Europa League) musim 1996/97 dan 2000/01, Leicester tersingkir di babak pertama.