5 Pemain Ini Lebih Terkenal dari Klubnya

Siapa saja mereka?

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 08 September 2016, 14:50 WIB
Diego Maradona (REUTERS/Charles Platiau)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pemain hebat tak melulu memperkuat tim yang hebat. Terkadang, mereka malah tak memiliki kesempatan untuk memperkuat tim besar. Meski begitu, mereka tetap mampu mencuri perhatian.

Karena itu, tak jarang seorang pemain memiliki nama yang lebih besar dari klubnya. Itu karena pemain tersebut sukses menunjukkan kehebatan meski memperkuat tim medioker.

Publik pun terheran-heran mengapa sang pemain mau memperkuat tim yang tak memiliki nama besar. Sudah cukup banyak contoh pemain yang mengalami situasi tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah lima pemain hebat yang memiliki nama lebih besar dari klubnya:


5. Antonio Di Natale (Udinese)

Antonio Di Natale (AFP)

5. Antonio Di Natale (Udinese)

Di Natale adalah salah satu contoh pemain yang mencetak gol untuk bersenang-senang dan setia pada satu klub meski ada tawaran menggiurkan datang. Di Natale tak sekadar pemain andalan yang loyal, tapi ia juga merupakan simbol Udinese.

Bakat Di Natale sebagai pesepak bola ditempa di Empoli. Setelah dipinjamkan ke Iperzola, Varese, dan Viareggio, Di Natale akhirnya mendapat kesempatan tampil secara regular di Empoli sejak musim 1999/2000.

Lima musim berselang, ia bergabung dengan Napoli. Sejak saat itu pula ia tak pernah memperkuat lain. Padahal, ia berulang kali mendapat tawaran dari klub besar, salah satunya dari Juventus pada Agustus 2010. Kesetiaannya kepada Udinese membuat Di Natale belum pernah memenangkan trofi.

Ibarat anggur, Di Natale sama sekali tak kehilangan ketajamannya hingga usia 37 tahun. Saat ini, ia menempati urutan keenam daftar Top Scorer Serie A sepanjang masa dengan koleksi 209 gol dari 445 pertandingan.


4. Francesco Totti (AS Roma)

Francesco Totti (Sky Italia)

4. Francesco Totti (AS Roma)

Roma adalah salah satu tim besar di Italia. Jadi, mereka butuh pemain yang istimewa agar lebih menonjol dari klub itu sendiri. Dan, Totti sukses mengambil peran tersebut. Selama bertahun-tahun, Totti lebih menjadi pusat perhatian ketimbang Roma itu sendiri.

Statusnya di Roma pun jauh lebih tinggi dari pemain lain. Itu karena Totti tak pernah memperkuat klub selain Roma sejak memulai debut profesionalnya pada 1992. Sejak itu pula ia sudah melakukan penolakan kepada tim-tim besar.

Loyalitas dan kehadiran Totti membuat Roma menjadi tim yang ditakuti selama bertahun-tahun. Total, Totti sudah menyumbang satu gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan dua Coppa Italia. Ia juga membawa Roma finis sebagai runner up Serie A hingga delapan kali.

Soal torehan gol di Serie A, Totti hanya kalah dari Silvio Piola dalam daftar top scorer sepanjang masa. Hingga kini, pemain berusia 39 tahun itu telah mencetak 248 gol dari 601 laga. Ia juga duduk di posisi ketiga dalam daftar penampilan terbanyak di Serie A.

Lanjut Baca:

3. Alan Shearer (Blackburn Rovers/Newcastle United)Nama besar Shearer dalam sejarah sepak bola Inggris sudah diakui banyak pihak. Namun, banyak yang menyayangkan nasib Shearer yang tak pernah memperkuat klub besar di Inggris. Setelah meninggalkan Southampton pada 1992, Shearer justru mengarungi petualangan bersama Blackburn dan Newcastle.Meski hanya memperkuat tim medioker, ia tetap mampu menjadi pusat perhatian. Itu karena Shearer sukses meninggalkan warisan yang luar biasa kepada Blackburn dan Newcastle. Di Blackburn, ia menyumbang gelar Liga Premier 1994/1995 untuk kali pertama sejak musim 1914/1915.Lalu, Shearer membawa Newcastle menjadi runner up Liga Premier 1996/1997. Itu adalah prestasi yang tak mampu diulangi Newcastle hingga saat ini. Saking istimewanya, Ruud Gullit sampai dipaksa mengundurkan diri akibat mencadangkan Shearer.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya