Liputan6.com, Jerman: Muhammad bin Nasir Belfas terus diburu Biro Penyelidik Federal AS (FBI). Warga negara Jerman kelahiran Sawah Besar, Jakarta Pusat itu dituduh menjadi kaki tangan dan penghubung Osama bin Laden, tersangka utama peledakan Gedung World Trade Center, 11 September silam. Bahkan, dia sudah pernah diintrogasi polisi Jerman atas dugaan terlibat dalam jaringan Al-Qaeda.
Kini, Belfas menjadi the most wanted atau orang yang paling dicari Amerika Serikat. Namun, pria berusia 55 tahun itu tak sendiri. Sebab, masih ada 369 orang dari berbagai negara yang juga diburu FBI. Bahkan, wajah mereka kerap terpampang di berbagai media barat.
Selama ini, kehidupan Belfas banyak dihabiskan di beberapa negara, seperti Mesir dan beberapa kota di jasirah Arab, termasuk Hadramaut. Ia masuk ke Jerman lantaran ingin mencoba peruntungan yang lebih baik. Karena itu, ia tak habis pikir mengapa bisa tersangkut Kasus Peledakan Gedung WTC. Padahal, Belfas mengaku tak pernah tertarik dengan jaringan terorisme, termasuk Kelompok Al-Qaeda. Sebaliknya, ia mencurigai AS hanya mencari-cari kesalahan dan memilih orang yang salah.
Bantahan serupa juga disampaikan Khadija Heidi Jane Fink, kerabat Belfas. Jane Fink mengatakan, mustahil Belfas terlibat jaringan Al-Qaeda. Sebab, menurut Jane Fink, Belfas adalah orang yang taat agama dan mencintai perdamaian. "Dia kerap mengajarkan Islam buat komunitas Muslim di Jerman," jelasnya.(ICH/Rosianna Silalahi dan Sujatmoko)
Kini, Belfas menjadi the most wanted atau orang yang paling dicari Amerika Serikat. Namun, pria berusia 55 tahun itu tak sendiri. Sebab, masih ada 369 orang dari berbagai negara yang juga diburu FBI. Bahkan, wajah mereka kerap terpampang di berbagai media barat.
Selama ini, kehidupan Belfas banyak dihabiskan di beberapa negara, seperti Mesir dan beberapa kota di jasirah Arab, termasuk Hadramaut. Ia masuk ke Jerman lantaran ingin mencoba peruntungan yang lebih baik. Karena itu, ia tak habis pikir mengapa bisa tersangkut Kasus Peledakan Gedung WTC. Padahal, Belfas mengaku tak pernah tertarik dengan jaringan terorisme, termasuk Kelompok Al-Qaeda. Sebaliknya, ia mencurigai AS hanya mencari-cari kesalahan dan memilih orang yang salah.
Bantahan serupa juga disampaikan Khadija Heidi Jane Fink, kerabat Belfas. Jane Fink mengatakan, mustahil Belfas terlibat jaringan Al-Qaeda. Sebab, menurut Jane Fink, Belfas adalah orang yang taat agama dan mencintai perdamaian. "Dia kerap mengajarkan Islam buat komunitas Muslim di Jerman," jelasnya.(ICH/Rosianna Silalahi dan Sujatmoko)