Liputan6.com, Jakarta - Sejak bercerai dari Adjie Massaid, Reza Artamevia nyaris tak pernah jauh dari sosok Gatot Brajamusti. Pelantun lagu "Satu yang Tak Bisa Lepas" ini menisbatkan diri sebagai salah satu murid Padepokan Brajamusti milik pria yang akrab disapa Aa Gatot itu.
Sejak makin intim dengan Aa Gatot, Reza Artamevia perlahan menghilang dari industri hiburan. Dalih belajar agama menjadi argumen kuat Reza Artamevia untuk meninggalkan panggung musik yang membesarkan namanya.
Advertisement
Kala itu santer terdengar gosip penyanyi 41 tahun ini menikah siri dengan Aa Gatot. Namun, isu itu justru mentah dengan sendirinya. Keduanya pun makin dekat. Terlebih lagi ketika Aa Gatot banting setir menjadi aktor dan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) periode 2011-2016.
Sejak menjadi Ketua Parfi, sosoknya kian kontroversial. Beberapa artis senior semisal Mark Sungkar dan Ray Sahetapy kecewa. Mereka berencana membuat PARFI tandingan untuk menyaingi PARFI binaan Aa Gatot. Wajar saja, mengingat Aa Gatot dianggap tak punya latar belakang sebagai aktor yang mumpuni.
Kehidupan Reza Artamevia Terpuruk
Satu per satu borok Aa Gatot pun mulai diendus. Salah satunya dugaan Aa Gatot yang kerap menggunakan narkoba.
"Sudah lama sih dengarnya (Aa Gatot konsumsi narkoba), tetapi saya enggak pernah lihat langsung Aa gunakan narkoba," ujar mantan Sekum PARFI, Aditya Gumay.
Klimaksnya ketika Aa Gatot tertangkap tangan sedang pesta narkoba di Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (28/8/2016) malam. Pria 54 tahun itu dicokok Satuan Gabungan Polres Mataram dan Polres Lombok Barat. Dalam penggerebekan itu delapan orang diamankan.
Dan nama Reza Artamevia menjadi salah satu orang yang ikut digelandang polisi. Hasil tes urine memastikan bahwa ibu dua anak itu positif mengonsumsi narkoba. Ironis, mengingat kehidupan Reza Artamevia kian terpuruk bersama sang guru spiritualnya.
"Enam orang positif mengonsumsi narkoba dengan kandungan amphetamim, salah satunya Reza (Artamevia). Sedangkan dua lagi negatif," ujar Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti.