Jokowi Ajak Para Pemimpin Lembaga Negara Dengarkan Kritik Rakyat

Jokowi juga mengajak para pemimpin lembaga negara menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 RI sebagai inspirasi.

oleh Devira PrastiwiTaufiqurrohman diperbarui 16 Agu 2016, 10:23 WIB
Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan SCTV di Long Room Istana, Jakarta, Rabu (20/7). Menurut Jokowi adanya Tax Amnesty bisa membuat Rupiah menguat terhadap Dolar Amerika. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi mengajak para pemimpin dan anggota lembaga negara untuk terus bersinergi dan mendengar kritik masyarakat.

"Serta terus memperbaiki diri agar lembaga kita semakin dipercaya oleh rakyat," kata Jokowi dalam pidato di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPR di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Jokowi juga mengajak para pemimpin lembaga negara menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai inspirasi.

"Sebagai inspirasi untuk memenangkan persaingan, serta memenangkan kemanusiaan, untuk meraih kemajuan bersama," kata Jokowi menutup pidato Sidang Tahunan MPR.

Pada awal pidatonya, Jokowi juga menekankan agar bangsa Indonesia berani keluar dari zona nyaman untuk memenangkan persaingan global.

"Kita harus kreatif, optimistis, bahu-membahu, dan melakukan terobosan-terobosan. Semua itu demi mempercepat pembangunan nasional, demi meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa," ujar Jokowi.

Tanpa keberanian, kata dia, keluar dari zona nyaman maka akan terus dihadang oleh kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial.

"Diperlukan langkah-langkah terobosan, diperlukan kecepatan kerja, diperlukan lembaga-lembaga negara yang kuat dan efektif untuk mengatasi tiga masalah utama bangsa tersebut," ujar Jokowi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya