Thailand Kembalikan Etnis Hmong ke Laos

Thailand memulai langkah memaksa ribuan anggota etnis Hmong untuk kembali ke Laos. Padahal, para pencari suaka itu mencemaskan ancaman penganiayaan di sana.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Desember 2009, 15:11 WIB
Liputan6.com, Bangkok: Operasi pengembalian paksa para etnis Hmong dimulai, Senin (28/12) pagi waktu setempat. Sebanyak 5.000 tentara dan para relawan sipil diturunkan ke Desa Huay Nam Khao, Propinsi Phetchabun, untuk mengumpulkan lebih dari 4.000 warga Hmong.

Aparat keamanan terlihat menuju kamp menggunakan truk dan disertai senjata dan perisai. Menurut AFP, media tidak diperkenankan masuk ke daerah tersebut. Para warga Hmong yang mencari suaka di Thailand menyatakan mereka mendapat penganiayaaan oleh rezim di Laos lantaran berjuang di pihak Amerika Serikat selama Perang Vietnam.

Thailand mengatakan mereka adalah imigran ekonomi ilegal, tapi masyarakat internasional mengecam Bangkok karena menolak memberikan akses buat mereka kepada Badan Pengungsi PBB. António Guterres, kepala badan pengungsi PBB, pekan silam, mendesak Thailand membatalkan rencana pengembalian paksa.

Pemerintah Thailand telah berjanji kepada Laos, yang menegaskan bahwa warga Hmong akan aman setelah kembali, mereka akan dikirim kembali pada akhir tahun. "Para pemerintah Laos menyatakan mereka akan memberikan amnesti kepada para pemimpin Hmong," kata Thana.

Tetapi Amerika Serikat mengatakan "sangat kecewa" perihal deportasi ini dan menawarkan untuk membantu Thailand mengambil jalur alternatif. "Kami siap menyingsingkan lengan baju dan bekerja sama dengan mitra di Thailand untuk mencari solusi yang manusiawi dan bertanggung jawab," kata Eric P. Schwartz, Asisten Menteri Luar Negeri Kependudukan, Pengungsi, dan Migrasi.(YUS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya