Dalam Koma, Tubuh Rizki Bocah Obesitas Palembang Bergerak

Rizki, bocah obesitas asal Palembang, merespons dengan gerakan saat ibunda memanggil.

oleh Nefri Inge diperbarui 22 Jul 2016, 19:30 WIB
Akibat obesitas yang dialaminya, Rizki jarang keluar rumah dan hanya beraktivitas di kamar saja, seperti main gim dan internet. (Liputan6.com/Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang – Rizki Rahmat Ramadhan (10), bocah obesitas asal Palembang, menjalani perawatan serius di ruang ICU Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) sejak pukul 09.30 WIB. Hingga Jumat (22/7/2016) malam, anak bungsu dari tujuh bersaudara ini masih dibantu mesin ventilator untuk memudahkan pernapasannya.

Walaupun sudah koma sejak masuk ICU, keluarga optimistis Rizki akan cepat sadar dan pulih seperti sedia kala. Ini terlihat dari ekspresi bahagia kedua orangtua saat melihat ada sedikit gerakan dari Rizki saat masih di dalam ruang ICU.

Sekitar pukul 15.30 WIB, tangan Rizki tiba-tiba bergerak walaupun hanya sesaat. Melihat adanya pergerakan dari tubuh Rizki, keluarganya yang sudah menunggu di luar ruang ICU sejak pagi langsung gembira.

Saat ditanyakan perihal kabar tersebut, ayah Rizki, Edi Hartono (44), langsung membenarkan. Wajahnya terlihat sumringah saat melihat tubuh sang anak merespon.

"Waktu kami lihat tadi sore, tangan Rizki bergerak walaupun cuma sebentar. Alhamdulillah, kami merasa senang, meskipun setelah itu dia kembali tak sadarkan diri. Perawat di ruang ICU lalu menyuntikkan obat lagi ke tubuhnya," ujar Edi kepada Liputan6.com.

Pergerakan tubuh sang anak juga terlihat saat Lia (40), ibu Rizki, mendekati sang anak dan memanggil-manggil nama anaknya tepat di telinga Rizki. Meskipun tidak ada sahutan, Rizki merespons suara ibunda dengan gerakan walaupun sebentar.

Menurut Edi, sejauh ini anaknya hanya kesulitan bergerak karena berat badannya yang berlebih. Namun, tidak ada penyakit parah yang diidap oleh siswa kelas 6 di SD Negeri 43 Palembang ini.

"Tidak ada penyakit apa-apa, hanya amandel dan obesitas saja. Kita berharap semoga Rizki cepat sadar dan bisa menjalani proses penurunan berat badan di rumah sakit ini," kata Lia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya