Liputan6.com, Cilacap: Segara Anakan, sebuah laguna yang berada di antara Pulau Jawa dan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, saat ini mengalami sedimentasi atau pendangkalan yang semakin parah. Pendangkalan ini disebabkan lumpur yang terbawa dari erosi dari Sungai Citandui dan Cimeneng, bermuara di Segara Anakan.
Luas Segara Anakan sekarang tinggal 600 hektare saja. Padahal pada 1984 lalu, luas laguna Segara Anakan masih mencapai 3.000 hektare. Pendangkalan di Segara Anakan ini dikeluhkan para nelayan setempat. Sebab, hasil tangkapan ikan mereka semakin menurun.
Advertisement
Syaiful, pengelola Segara Anakan mengungkapkan, sejak puluhan tahun silam, wilayah ini telah menjadi ajang buangan lumpur yang terbawa dari erosi dua sungai besar, yaitu Citandui dan Cimeneng yang berada di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Badan Pengelola Segara Anakan mengaku kesulitan mengatasi masalah pendangkalan di Segara Anakan lantaran terkendala biaya penyedotan lumpur yang mahal.
Entah sampai kapan pendangkalan di Segara Anakan terus terjadi? Bila kondisi tersebut dibiarkan, bukan tak mungkin menimbulkan bencana banjir yang dapat merendam wilayah Kabupaten Cilacap.(ANS)