Liputan6.com, Jakarta: Kasus Bank Century menjadi ujian berat bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, baik selaku kepala pemerintahan maupun kepala keluarga. Apalagi setelah dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) menuding anak bungsu SBY, Eddy Baskoro alias Ibas, menerima aliran dana Bank Century senilai Rp 500 miliar.
Benarkah demikian? Tudingan itu bukan ujian pertama yang dialami Ibas. Sejak duduk di Komisi I DPR, berulang kali anggota legislatif dari Partai Demokrat daerah pemilihan Jawa Timur VII itu tersandung kabar tak sedap. Saat kampanye caleg, pria berusia 29 tahun lulusan International Political Economy disebut-sebut melakoni politik uang (money politic) di wilayah Ponorogo, Jatim, meski akhirnya tak terbukti.
Dan kini, buntut dari tudingan aktivis Bendera, Eddy bersama Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, serta trio Malarangeng, yakni Andi, Rizal dan Zulkarnain alias Choel melaporkannya ke Polda Metro Jaya [baca: Hatta-Djoko-Trio Malarangeng Lapor ke Polda Metro]. Mereka datang ke Polda Metro Jaya awal Desember silam.
Kendati dilaporkan ke polisi, aktivis Bendera juga mengaku tidak takut. Salah seorang aktivis Bendera, Ferdi Simaun, menyatakan, dirinya siap ditindak jika data yang mereka rilis bersalah. [baca: Dilaporkan Ibas Cs, Bendera Tidak Takut].
Terkait masalah ini, SBY tentu didera keprihatinan. Namun itulah politik. Tak selamanya manis. Meski untuk anak seorang presiden sekali pun. Selengkapnya simak video berita ini.(AIS)
Benarkah demikian? Tudingan itu bukan ujian pertama yang dialami Ibas. Sejak duduk di Komisi I DPR, berulang kali anggota legislatif dari Partai Demokrat daerah pemilihan Jawa Timur VII itu tersandung kabar tak sedap. Saat kampanye caleg, pria berusia 29 tahun lulusan International Political Economy disebut-sebut melakoni politik uang (money politic) di wilayah Ponorogo, Jatim, meski akhirnya tak terbukti.
Dan kini, buntut dari tudingan aktivis Bendera, Eddy bersama Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, serta trio Malarangeng, yakni Andi, Rizal dan Zulkarnain alias Choel melaporkannya ke Polda Metro Jaya [baca: Hatta-Djoko-Trio Malarangeng Lapor ke Polda Metro]. Mereka datang ke Polda Metro Jaya awal Desember silam.
Kendati dilaporkan ke polisi, aktivis Bendera juga mengaku tidak takut. Salah seorang aktivis Bendera, Ferdi Simaun, menyatakan, dirinya siap ditindak jika data yang mereka rilis bersalah. [baca: Dilaporkan Ibas Cs, Bendera Tidak Takut].
Terkait masalah ini, SBY tentu didera keprihatinan. Namun itulah politik. Tak selamanya manis. Meski untuk anak seorang presiden sekali pun. Selengkapnya simak video berita ini.(AIS)